Dede Yusuf Blak-blakan Ungkap Penyebab Kepala Daerah Korupsi dan Banyak di OTT KPK
JAKARTA, iNews Depok.id – Tahun 2026 ini, hingga bulan Juli sebanyak 12 kepala daerah terjaring OTT KPK (operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi). Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dede Yusuf blak-balakan mengungkap penyebab kepala daerah korupsi.
Terbaru Bupati Pemalang Anom Widiyantoro ditangkap KPK pada Rabu (29/7/2026). Hari ini, Kamis (30/7/2026, Anom resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Sebelum Anom sebanyak 11 kepala daerah terjaring OTT KPK yakni Wali Kota Madiun (Maidi), Bupati Pati (Sudewo), Bupati Pekalongan (Fadia Arafiq), Bupati Rejang Lebong (Muhammad Fikri Tobari), Bupati Cilacap (Syamsul Auliya Rachman), dan Bupati Tulungagung (Gatut Sunuwibowo).
Selanjutnya Bupati Muara Enim (Edison), Bupati Kuantan Singingi (Suhardiman Amby)Bupati Langkat (Syah Afandin), Bupati Sukoharjo (Etik Suryani), dan Bupati Lombok Barat (Lalu Ahmad Zaini)
Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menyebut sejumlah faktor yang menyebabkan kepala daerah melakukan praktik korupsi.
”Akhir-akhir ini banyak sekali kepala daerah yang terkena OTT. Oke, mungkin kita harus berbicara bukan sekadar akibatnya, tetapi harus dilihat dari penyebabnya apa," kata ujar Dede kepada wartawan, Rabu (29/7/2026).
Legislator dari Fraksi Partai Demokrat ini mengungkapkan sejumlah faktor kepala daerah melakukan korupsi. Pertama, tingginya biaya politik. Apalagi, kata dia, tingkat politik uang atau money politics pada saat pilkada menjadi sangat tinggi.
Editor : M Mahfud