DEPOK, iNews Depok.id - Jakarta Global University (JGU) Depok bertekad mengembangkan warisan ilmiah Abu Ali Ibnu Sina (Avicenna) di bidang penelitian, pendidikan, kesehatan, dan pengobatan tradisional.
Tekad tersebut disampaikan Chairman JGU, Prof. Dr. apt. Eddy Yusuf, M.Pharm dalam keterangan di Depok, Kamis (10/9/2026).
Menurut Prof. Eddy, sejumlah langkah telah dilakukan. Salah satunya dengan memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) dengan Avicenna Public Foundation, Uzbekistan.
Chairman JGU menyebut penandatanganan kerja sama berlangsung di Kota Bukhara, Uzbekistan, pada 15 Agustus 2026.
Kerja sama ditanda tangani langsung Makhmudov Nozimkhon Sherzod, pimpinan Avicenna Public Foundation dan Prof. Dr. apt. Eddy Yusuf, M.Pharm dari JGU.
"Kerja sama ini bertujuan memperkuat upaya bersama dalam mengkaji dan mempromosikan warisan keilmuan Avicenna sekaligus mendorong kontribusi terhadap pengembangan sistem kesehatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Uzbekistan dan Indonesia," kata Prof. Eddy.
Melalui MoC ini, kedua institusi berkomitmen untuk mengembangkan berbagai kegiatan dan proyek bersama yang menghubungkan warisan keilmuan Avicenna dengan kebutuhan ilmu pengetahuan dan kesehatan masa kini.
Prof. Eddy menyebut ruang lingkup kerja sama mencakup penelitian bersama mengenai warisan ilmiah Avicenna dan bidang kedokteran, pengembangan aktivitas akademik dan ilmiah, serta penguatan jejaring antara ilmuwan Indonesia, Uzbekistan, dan peneliti internasional.
"Kerja sama juga mencakup pengembangan materi pendidikan bagi sekolah dan perguruan tinggi, promosi pola hidup sehat, serta pengembangan pengobatan tradisional," jelas Prof. Eddy.
Selain bidang penelitian dan pendidikan, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama dalam penyelenggaraan seminar, konferensi, simposium, dan kongres internasional yang berkaitan dengan warisan ilmiah Avicenna.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan sekaligus memperluas hubungan akademik dan ilmiah antara Indonesia, Uzbekistan, dan komunitas internasional.
Prof. Eddy menambahkan ruang pengembangan kerja sama yang lebih luas dengan berbagai organisasi internasional, termasuk UNESCO, UNICEF, WHO, dan KOICA, serta membuka peluang untuk menarik investasi, tenaga ahli, dan peralatan guna mendukung pengembangan sumber daya dan kapasitas Avicenna Public Foundation.
"Salah satu rencana yang tercantum dalam kerja sama ini adalah pendirian cabang Avicenna Public Foundation di Indonesia," ujar Prof. Eddy.
Bagi JGU, imbuh Prof Eddy, kerja sama ini menjadi bagian penting dari upaya memperluas jejaring akademik dan ilmiah di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam bidang kedokteran, ilmu kefarmasian dan kesehatan, pengobatan tradisional, pendidikan, penelitian, serta inovasi.
"Kerja sama ini juga menunjukkan bahwa warisan keilmuan Avicenna dapat menjadi jembatan untuk membangun kolaborasi kontemporer antara Indonesia dan Uzbekistan," tutur Prof. Eddy.
Ia menambahkan kerja sama berlaku selama 10 tahun sejak tanggal penandatanganan, sehingga memberikan landasan jangka panjang bagi pengembangan kerja sama kedua institusi.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
