Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Resmi Dipangkas, Kini Jawa Tengah Menjadi Provinsi di Jawa yang Tidak Memiliki Bandara Internasional
Advertisement . Scroll to see content

Berada di Kawasan Industri, Apartemen di Gunung Putri Jadi Pilihan Investasi Menguntungkan

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:51 WIB
  • author Mada Mahfud
Berada di Kawasan Industri, Apartemen di Gunung Putri Jadi Pilihan Investasi Menguntungkan
Keberadaan sekitar 250 perusahaan nasional dan multinasional, apartemen di Gunung Putri membentuk ceruk pasar sewa yang potensial dari kalangan pekerja serta profesional. (Foto: Istimewa)

DEPOK, iNews Depok.id — Berada di kawasan industri, apartemen di Gunung Putri menjadi pilihan investasi menguntungkan bagi konsumen yang membidik pendapatan pasif dari pasar sewa hunian. 

Keberadaan sekitar 250 perusahaan nasional dan multinasional di sekitar kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, membentuk ceruk pasar sewa yang potensial dari kalangan pekerja serta profesional.

Tren investasi properti saat ini menunjukkan pergeseran fokus konsumen dari sekadar mengejar kenaikan harga aset menuju produktivitas arus kas (cash flow). Pembeli properti kini makin kritis menilai kemampuan sebuah unit dalam menghasilkan pendapatan sewa bulanan secara berkelanjutan.

Marketing Manager 1 Gunung Putri Apartment, Agus Riyadi, menjelaskan bahwa kekuatan utama proyek ini terletak pada kejelasan pasar sewa dan prospek imbal hasil jangka panjang.

“Banyak konsumen mulai melihat properti dari sisi produktivitas aset. Bukan hanya berapa harga belinya, tetapi apakah unit tersebut punya pasar sewa yang jelas, berapa potensi cash flow-nya, dan bagaimana prospek return dalam jangka panjang. Itu yang menjadi salah satu kekuatan Gunung Putri Apartment,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (06/10/2026).

Secara hitungan bisnis sewa, unit apartemen di Gunung Putri mengantongi estimasi nilai sewa di kisaran Rp2,5 juta per bulan. Jika pemilik dapat menyewakan unit secara konsisten, potensi pendapatan sewa kotor (gross rental income) mencapai kisaran Rp30 juta per tahun sebelum memperhitungkan biaya operasional, service charge, pajak, maupun biaya perawatan.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut