Pemungutan suara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dilakukan melalui mekanisme pemanggilan pemilih satu per satu untuk menggunakan hak suaranya.
Di tengah proses tersebut, muncul keberatan mengenai daftar pemilih dan urutan pemanggilan. Sejumlah peserta pun mempertanyakan apakah seluruh pemilik hak suara telah memperoleh kesempatan untuk memberikan suara.
Panitia dan SC telah memberikan penjelasan mengenai daftar pemilih, urutan pemanggilan, serta prosedur penyelesaian keberatan yang disampaikan peserta.
Meski demikian, penjelasan tersebut disebut belum meredakan ketegangan. Kritik terhadap penyelenggara masih berlanjut dari pihak yang mendukung pencalonan AS.
Kericuhan dalam forum tersebut menyoroti pentingnya transparansi dan kejelasan prosedur dalam pelaksanaan pemilihan ketua umum organisasi alumni, terutama terkait pendataan pemilih dan mekanisme pemungutan suara.
Di laman Instagramnya, Azis Syamsuddin memberikan pernyataan terbuka terkait kegaduhan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tetap tenang dan menjaga. "Saya terbuka untuk duduk bersama, karena setelah segala perbedaan kita tetap satu saudara almamater," ujar Azis, Minggu (25/10/2026).
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
