Ia memahami kekecewaan peserta atas pelaksanaan RUA IKA FH Trisakti pada 17 Oktober 2026. Dia pun menyesalkan perdebatan dan kericuhan yang terjadi."Kita semua datang membawa harapan untuk memperkuat rumah bersama, dan sudah sepatutnya setiap alumni merasa dihormati serta didengar," katanya.
Namun, dikatakan dia, menjaga persaudaraan juga berarti berani menyampaikan persoalan dengan jujur. "Berdasarkan catatan tim kami, pencoblosan dimulai saat jumlah pasti pemilih (DPT) belum diumumkan. Kemudian muncul tambahan nama pemilih yang proses pemeriksaannya belum dijelaskan secara terbuka," katanya.
"Sementara itu, banyak alumni yang sudah mendaftar dan dinyatakan lolos verifikasi justru tidak dipanggil ke depan untuk mencoblos sehingga tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Saya sendiri termasuk yang tidak dipanggil untuk mencoblos," imbuhnya.
Karena itu, dikatakan Azis, peserta menyampaikan keberatan atas netralitas SC dan OC. Dan meminta SC dan OC mempertanggungjawabkan proses pendataan, verifikasi, dan pelaksanaan pemungutan suara melalui pencocokan data bersama perwakilan kedua kandidat.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
