Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wow! Lebih Tajir Anggota DPRD Depok Dibanding Anggota DPR RI Soal Tunjangan Perumahan
Advertisement . Scroll to see content

Kemenkumham Turun Tangan Tengahi Kisruh Dualisme Kepengurusan Ikatan Notaris Indonesia

Rabu, 27 Maret 2024 | 19:21 WIB
  • author Tama
Kemenkumham Turun Tangan Tengahi Kisruh Dualisme Kepengurusan Ikatan Notaris Indonesia
Kemenkumham mengambil sikap atas kisruh dualisme PP Ikatan Notaris Indonesia. Foto: iNews Depok/Tama

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam UU nya tidak ada, aturan itu ada di dalam AD/ART peraturannya INI. Kemenkumham menilai sebetulnya tidak ada penarikan apapun dari kementerian seperti kegiatan Sosialisasi Kenotariatan hari ini yang digelar gratis.

"Yang perlu diketahui adalah saat ini para notaris banyak yang menjerit soal pembiayaan, ini sudah jadi keprihatinan bersama. Perkumpulan itu sudah memungut iuran. Saya sudah pernah menyurati INI, kalau mau membuat kegiatan bisa menggunakan Kantor Kemenkumham, atau yang di daerah itu menggunakan kantor wilayah (Kanwil) masing-masing," katanya.

Cahyo R. Muzhar menuturkan, UKEN diatur dalan UUD hanya saja namanya bukan UKEN tapi Kode Etik Profesi, dan penyelenggaranya tidak disebut, jadi pemerintah pun menurutnya berhak untuk menyelenggarakan. 

"Artinya, memang kita akui organisasi INI penting banyak notaris hebat yang sudah melahirkan banyak akta, tetapi kami akui kami bukan notaris oleh karena itu nanti kewenangannya akan diambil alih sama pemerintah, tetapi pemerintah juga bisa mengajak organisasi atau lembaga lain jadi sifatnya opsional kalau pemerintah soal UKEN ini," ungkapnya.

Sementara itu, Cahyo R. Muzhar meminta kedua belah pihak untuk menurunkan egonya masing-masing dan selanjutnya bisa dimunculkan sosok baru calon pemimpin yang lebih segar, agar organisasi INI tetap tunggal.

"Memang UU nya mengatur organisasi tunggal tapi bukan berarti mutlak tunggal, kita bisa merevisi UUD itu enggak masalah dan busa dibuat lebih dari satu enggak masalah, tapi kedua pihak menginginkan tetap tunggal, dalam setiap kesempatan ingin tunggal tapi keduanya masih ingin jadi ketua. Sebetulnya enggak sulit untuk mengubah UUD," tegasnya.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut