Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemenparekraf RI dan SEMASA, Citra Majukan UMKM Perempuan Melalui “Piala Citrapreneur”
Advertisement . Scroll to see content

Sandi Yakin Kolaborasi Masyarakat Bangkitkan Wisata Tondok Bakaru, Buka Peluang Usaha Berkelanjutan

Jum'at, 21 Oktober 2022 | 17:02 WIB
  • author Tim iNews
Sandi Yakin Kolaborasi Masyarakat Bangkitkan Wisata Tondok Bakaru, Buka Peluang Usaha Berkelanjutan
Bicara soal potensi wisata, Desa Tondok Bakaru sangat komplit. Foto: Ist

Mas Menteri dan rombongan kemudian berjalan kaki menuju pusat suvenir. Selama perjalanan, Mas Menteri melihat tarian Bulu Londong dan persembahan musik bambu. Kunjungan dilanjutkan berjalan kaki meninjau galeri souvenir dan membeli produk-produk UMKM dari Desa Tondok Bakaru. 

Mas Menteri juga berfoto dengan pakaian tradisional Bulu Londong dan menuju eduwisata tanaman Anggrek. Di tempat itu, rombongan dihibur oleh Mamasa Oikumene Singers (Mois) dan Tarian Malluya. Taman Anggrek merupakan ikon desa wisata Tondok Bakaru. 

Bicara soal potensi wisata, Desa Tondok Bakaru sangat komplit. Desa ini terletak tepat di bawah kaki Gunung Mambulilling yang merupakan salah satu gunung tertinggi di Sulawesi Barat. Selain itu, Desa Tondok Bakaru juga merupakan desa terakhir sebelum memasuki Taman Nasional Gandang Dewata. Desa ini memiliki enam Dusun dengan jumlah penduduk 2386 jiwa, mayoritas penduduknya merupakan petani. 

Desa Tondok Bakaru berjarak sekitar satu kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Mamasa. Rute menuju desa itu dapat dilalui dengan menggunakan sepeda motor, mobil, maupun bus pariwisata dengan waktu tempuh sekitar 5 menit dari kota Kabupaten Mamasa. 

Wisata Tanaman Angrek memang ikon yang telah melekat di desa tersebut. Berawal sejak 2017. Sejumlah pemuda desa memulai budidaya tanaman Anggrek Andemik Mamasa. Hal itu dilakukan guna mendorong perekonomian masyarakat. Pembudiyaan tanaman anggrek itu terus berkembang dari tahun ke tahun hingga semakin banyak warga dan pemuda di desa ini yang melakoni pekerjaan sebagai pembudidaya Anggrek. Kemudian, mereka membentuk Komunitas Tondok Bakaru Orchid (KTO) pada tahun 2018. 

Ada pula objek wisata hutan pinus Bukit Lenong. Obyek wisata ini juga dikelola secara mandiri masyarakat desa dengan menawarkan keindahan kawasan hutan pinus dengan luas 2 hektar hingga menjadi kawasan wisata outdoor. Di lokasi ini, terdapat 3 tingkatan deretan pohon pinus yang tertata rapi dan menjulang tinggi hingga melahirkan jalan-jalan rindang serta pemandangan alam yang hijau yang memberikan suasana segar dan sejuk bagi para pengunjung. Bagi wisatawan tidak perlu bingung untuk menginap. Di sini tersedia 11 homestay dengan tarif Rp 250 – 400 ribu per kamar.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut