Telaah Kritis KEHATI: Pentingnya Menyeimbangkan Mitigasi dan Adaptasi Iklim

Vitrianda Hilba Siregar
Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto. Foto: Ist

JAKARTA. iNewsDepok.id  - Yayasan KEHATI mendorong agar kebijakan perubahan iklim nasional tidak hanya berfokus pada penurunan emisi, melainkan juga mengintegrasikan perlindungan keanekaragaman hayati serta kepentingan masyarakat rentan. 

Melalui kajian policy brief yang disusun bersama peneliti ITB, BRIN, dan Pusat Analisis Sosial AKATIGA, KEHATI menilai krisis iklim telah memicu dampak berat seperti kenaikan muka air laut, kekeringan, hingga kebakaran hutan. 

Direktur Program Yayasan KEHATI Rony Megawanto menekankan, kondisi ini memperjelas persoalan keadilan iklim karena masyarakat adat, penyandang disabilitas, dan kelompok miskin yang menyumbang sedikit emisi justru menanggung dampak terbesar.

Di sisi lain, hubungan antara perubahan iklim dan keanekaragaman hayati saling memengaruhi secara erat. Keanekaragaman hayati bertindak sebagai penyerap karbon alami, sedangkan perubahan iklim mempercepat kepunahan spesies yang pada akhirnya memperburuk kualitas hidup manusia.

Dalam kajiannya, KEHATI menemukan empat kesenjangan utama pada kebijakan nasional saat ini, yaitu fragmentasi tata kelola antarlembaga, keterpaktuan pada mitigasi dibanding adaptasi, pengabaian keadilan sosial serta keanekaragaman hayati, dan belum optimalnya sinkronisasi antara kebijakan iklim dengan pembangunan nasional.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network