TEHERAN, iNews Depok.id – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump membatalkan serangan kilat akhir pekan ini untuk memutus pasokan listrik sipil ke Teheran dengan menghancurkan pembangkit listrik.
Iran segera merespons dengan gertakan balik akan membumihanguskan kawasan Timur Tengah tempat infrastruktur energi pasukan AS dan Israel.
”Membatalkan serangan, dengan syarat dapat segera mencapai kesepakatan. Israel bergabung dengan saya dalam komitmen ini. Mari bekerja semuanya, dan selesaikan ini,” kata Trump, Minggu (2/8/2026) pagi WIB.
Sebelumnya, dalam pertemuan kabinet di Camp David Maryland, Trump menyatakan militer AS akan kembali menyerang Iran.
Trump menyatakan akan menyerang Iran dengan sangat keras. ”Hingga mencapati satu titik, mereka akan mengatakan, 'Kami tidak tahan lagi'," kata Trump mengancam Iran
Juru Bicara Departemen Pertahanan AS, Sean Parnell, mengatakan militer AS telah berada dalam kondisi siaga.
Laporan CBS News mengungkap pembangkit listrik dan kilang minyak Iran menjadi sasaran yang paling mungkin diserang. Bahkan beberapa pejabat AS disebut mengusulkan agar pasokan listrik ke Ibu Kota Teheran diputus sebagai bagian dari operasi tersebut.
Rencana serangan AS dan Israel awalnya akan berlangsung kilat dan tempo singkat di akhir pekan untuk mencegah gejolak pasar keuangan dunia.
Iran Ancam Balik Musnahkan AS dan Israel di Kawasan Timur Tengah
Menanggapi berbagai laporan media AS mengenai rencana serangan terbaru AS, pejabat keamanan Iran memperingatkan bahwa setiap upaya menyerang negaranya merupakan tindakan yang sangat ceroboh dan akan dibalas dengan kekuatan penuh.
"Kami telah menyiapkan rencana komprehensif untuk membalas, mencakup infrastruktur penting di Israel dan infrastruktur energi Amerika Serikat di kawasan, dan kami siap untuk melaksanakannya," ujar pejabat tersebut kepada kantor berita Tasnim.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
