DEPOK, iNews Depok.id - Jakarta Global University (JGU) angkat transformasi jamu di Indonesia untuk pengobatan herbal berbasis bukti ilmiah di Forum Internasional Avicenna.
JGU menilai jamu memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari sistem kesehatan modern.
Langkah JGU untuk terus mengangkat jamu ke berbagai forum internasional disampaikan Kepala Program Studi (Kaprodi) Farmasi JGU, Dr. apt. Agus Rusdin, M.Farm dalam keterangan di Depok, Sabtu (3/10/2026).
Dr. apt. Agus Rusdin, M.Farm mencontohkan pada forum XIV International Avicenna Readings Scientific Practical Conference bertajuk "Abu Ali ibn Sino: Modern Medicine and Traditional Medicine– Innovations and Investment" JGU memperkenalkan perkembangan jamu sebagai pengobatan tradisional di Indonesia yang mengalami perkembangan dari sisi ilmiah.
Forum Internasional Avicenna tersebut berlangsung di Bukhara,Uzbekistan pada 14–16 Agustus 2026.
"Dalam forum internasional ini, Prof. Dr. apt. Eddy Yusuf, M.Pharm., dari Jakarta Global University (JGU), menyampaikan perspektif Indonesia mengenai transformasia jamu dari pengetahuan tradisional menuju pengobatan herbal yang berbasis bukti dan pengembangan fitofarmaka," kata Agus Rusdin.
Agus Rusdin mengungkapkan Prof. Eddy Yusuf memaparkan presentasi berjudul “Transforming Traditional Herbal Medicine into Phytopharmaceuticals: Regulatory and Scientific Perspectives from Indonesia".
Agus Rusdin menyebut Prof. Eddy menyoroti bahwa jamu merupakan bagian penting dari warisan budaya dan biokultural Indonesia yang didukung oleh kekayaan biodiversitas serta pengetahuan lokal yang telah diwariskan antargenerasi.
Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan jamu karena memiliki lebih dari 30.000 spesies tumbuhan, dengan sekitar 6.000–7.000 spesies yang secara tradisional dimanfaatkan sebagai tanaman obat.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
