Kedekatan ini bahkan membuat mayoritas responden menilai PSI sebagai partai yang merakyat dan mencerminkan gaya kepemimpinan Jokowi, sehingga kedua pihak kini dipandang sebagai satu paket identitas politik.
Selain faktor Jokowi, sosok Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum PSI juga turut memperkuat persepsi positif partai. Mayoritas responden menilai kepemimpinan Kaesang memperkuat kedekatan PSI dengan Jokowi dan memicu ketertarikan mereka terhadap partai tersebut.
Menariknya, daya tarik Kaesang tidak semata karena statusnya sebagai anak presiden, melainkan karena ia dinilai mempresentasikan generasi muda, mampu memperluas pengenalan publik, dan membawa semangat pembaruan dalam politik.
Kombinasi faktor Jokowi dan Kaesang ini pada akhirnya saling memperkuat identitas PSI sebagai partai anak muda yang merepresentasikan politik Jokowi.
Kendati memiliki citra yang positif, survei LPI juga menemukan sebuah tantangan besar terkait elektabilitas. Pengaruh dukungan Jokowi dinilai masih kuat oleh 64,2 persen masyarakat dalam pertimbangan memilih partai, tetapi hal tersebut belum berbanding lurus dengan perolehan suara PSI.
Jika pemilu diadakan saat ini, elektabilitas PSI baru mencapai 1,9 persen, berada di bawah PPP dan masih jauh di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen, sementara peta elektoral masih didominasi oleh partai-partai besar seperti Gerindra, PDIP, Golkar, PKB, dan PKS.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
