Pengamat Sebut Efek Elektoral Jokowi Tak Akan Maksimal di PSI Jika Hanya Jadi Dewan Pembina

Vitrianda Hilba Siregar
, Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Dr. Saiful Anam, menilai posisi Ketua Dewan Pembina tidak cukup strategis bagi Jokowi maupun bagi kemajuan PSI ke depan. Foto: Ist

JAKARTA, iNewsDepok.id - Wacana bakal bergabungnya mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus menjadi sorotan. Kabar terbaru menyebutkan bahwa Jokowi akan ditempatkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI.

Hal tersebut sebelumnya disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Pembina PSI, Grace Natalie saat menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah Khusus (Rakorwilsus) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (12/6/2026) lalu. "Joko Widodo segera mengenakan jaket PSI sebagai Ketua Dewan Pembina," ujar Grace.

Menanggapi kabar tersebut, Direktur Pusat Riset Politik Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Dr. Saiful Anam, menilai posisi Ketua Dewan Pembina tidak cukup strategis bagi Jokowi maupun bagi kemajuan PSI ke depan.

Menurutnya, jika PSI ingin tampil kuat dan kompetitif, terutama menghadapi kontestasi politik mendatang seperti Pemilu 2029, Jokowi sebaiknya ditempatkan sebagai Ketua umum partai.

“Kalau Jokowi hanya menjadi Ketua Dewan Pembina, saya kira PSI tidak akan mampu melenggang ke Senayan dengan signifikan. Bahkan perolehan suaranya bisa jadi tidak terlalu besar,” ujar Saiful Anam dalam keterangan tertulis, Selasa 16 Juni 2026.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network