Ia menghabiskan waktu untuk menguji berbagai jenis tepung, proses fermentasi, dan teknik laminasi, hingga menemukan pendekatan yang menurutnya paling mendekati standar klasik yang ia pelajari di dapur profesional.
Banyak dari proses tersebut kemudian menjadi dasar praktik di Carpenter’s Bakehouse hari ini.
Di Carpenter’s, croissant ditempatkan sebagai produk utama, bukan hanya karena popularitasnya, tetapi karena kemampuannya menunjukkan kualitas teknik secara menyeluruh.
Struktur lapisan, keseimbangan rasa, hingga tekstur menjadi parameter utama. "Jika croissant dapat dibuat dengan konsisten dan tepat, maka produk lain akan mengikuti standar yang sama," ceplos Alex.
Pendekatan tersebut kemudian diterapkan pada berbagai viennoiserie lain yang disajikan di Carpenter’s, seperti Butter Croissant, Pain au Chocolat, Cheese Roll Smoke Beef & Cheese, serta Almond Croissant.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
