Mesin tersebut bisa mengolah sampah sebanyak 15 ton per hari dan mampu mengurangi sampah sebanyak 200 ton per hari. Mesin akan ditempatkan di tiga titik timbulan sampah.
“Ini akan kami mulai untuk timbulan sampah di wilayah Bojongsari, Cisalak dan Jalan Jawa Beji,” tukasnya.
Program selanjutnya, sampah akan diolah menggunakan mesin yang nantinya menjadi refuse derived fuel (RDF). Pihaknya sudah melakukan MoU dengan Kementerian PUPR.
“Insya Allah akhir tahun ini Depok dibangunkan konstruksinya oleh mereka senilai Rp 70 miliar, dan di tahun 2024 proses pengolahan RDF nya sudah bisa berjalan,” ungkapnya.
Penggunaan RDF dapat mengurangi sampah sebanyak 300 ton per hari dari beban sampah. Namun diingatkan perlu kerja sama masyarakat juga dalam mengatasi sampah di Kota Depok.
“Semua ini tentu enggak bisa lepas dari dukungan dan kesadaran warga Depok secara keseluruhan,” ujarnya mengingatkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman mengatakan, tiga program yang akan dijalankan itu merupakan sebuah ikhtiar untuk menekan gunungan sampah di TPA Cipayung.
“Kita ketahui saat ini kondisi TPA Cipayung sudah overload, jadi harus ada inovasi yang kami lakukan untuk mengurangi beban di TPA,” katanya.
Editor : Rinna Ratna Purnama
Artikel Terkait