get app
inews
Aa Text
Read Next : Demo Hari Ini di Depan DPR, Massa Tuntut Rampas Aset dan Hukum Mati Koruptor

PBRI Gelar Aksi Unjuk Rasa Desak Pemberitaan Karhutla Lebih Berimbang

Kamis, 03 September 2026 | 19:10 WIB
header img
Massa Persatuan Barisan Rakyat Indonesia (PBRI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Deutsche Bank Building, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Foto Ist

Menurut massa, pemberitaan yang hanya menonjolkan kegagalan tanpa menjelaskan upaya pemadaman, pencegahan, penegakan hukum, dan kerja lintas lembaga berpotensi menghasilkan gambaran yang tidak lengkap.

Kritik mengenai cara media membingkai isu karhutla juga menjadi perhatian dalam kajian akademik. Ayu Wardani, pengamat dan peneliti komunikasi dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran (UPN Veteran) Jakarta, bersama Dede Suprayitno menjelaskan bahwa media dapat membentuk persepsi publik melalui pemilihan masalah. 

Menurut keduanya, persepsi tersebut dibentuk melalui pemilihan persoalan, narasumber, penyebab, dan solusi yang ditonjolkan dalam pemberitaan. Mereka juga menemukan bahwa pemberitaan karhutla masih terbatas dalam menggali akar persoalan struktural, mitigasi, dan solusi berkelanjutan.

“Karena itu, pemberitaan karhutla tidak cukup hanya menggambarkan besarnya kebakaran dan dampaknya. Media juga perlu menyajikan konteks penyebab, upaya penanganan, serta solusi jangka panjang secara proporsional,” kata dia dalam pernyataan tertulis yang diterima iNews.id, Kamis (3/9/2026).

Aksi PBRI memperlihatkan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga memiliki hak untuk mengkritisi produk jurnalistik. Kebebasan pers harus tetap dihormati, sementara media juga berkewajiban menjalankan prinsip akurasi, verifikasi, keberimbangan, independensi, dan pemberian hak jawab.

PBRI berharap aspirasi tersebut secara terbuka dapat ditanggapi melalui dialog, klarifikasi, koreksi apabila ditemukan kekeliruan, serta penyajian pemberitaan lanjutan yang lebih komprehensif.

Aksi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan yang sehat antara masyarakat dan media. Kritik terhadap pemberitaan hendaknya disampaikan secara damai dan sesuai hukum, sedangkan penyelesaiannya dapat ditempuh melalui dialog, hak jawab, hak koreksi, maupun mekanisme pengaduan kepada Dewan Pers. 

Editor : Suriya Mohamad Said

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut