get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Video Pria Berenang di Bundaran Hotel Indonesia, Satpol PP DKI Angkat Bicara

BEM UI Bakal Turun Lagi ke Bundaran HI

Rabu, 17 Juni 2026 | 23:21 WIB
header img
Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Yatalathof. (Foto: iNews TV).

JAKARTA, iNewsDepok.id - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersiap kembali menggelar aksi unjuk rasa. Ketua BEM UI, Yatalathof Imawan, menyatakan bahwa demonstrasi susulan ini akan dipusatkan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta.

Demi memperkuat gerakan, BEM UI turut mengajak aliansi kampus lain beserta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama turun ke jalan. Gerakan ini membawa misi utama untuk mengawal sekaligus memperjuangkan nasib ekonomi rakyat.

"Yang pasti mahasiswa, dalam hal ini BEM UI akan mengajak seluruh BEM dan juga elemen masyarakat lainnya untuk kita kembali turun lagi di Bundaran HI. Tanggalnya akan kita tentukan nanti, akan kita umumkan," kata Yatalathof dalam program Rakyat Bersuara di iNews TV, Rabu (17/6/2026).

Penentuan tanggal aksi demo akan disampaikan setelah BEM UI menggelar Konsolidasi Nasional. Aksi turun ke jalan ini dimaksudkan sebagai upaya mendorong perubahan atau mendobrak berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti mandeknya mobilitas sosial masyarakat, hingga terbatasnya lapangan pekerjaan. 

"Masih ada konsolnas dulu, kita akan konsolidasi. Cuma yang penting adalah agar kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan cara bertahan hidup dan juga masa depan bisa didobrak oleh bersatunya para rakyat ini," ucap dia. 

Ia menambahkan, hal-hal yang membuat mahasiswa harus turun ke jalan karena melihat kesulitan yang saat ini dihadapi masyarakat. Salah satu yang paling dirasakan, menurutnya, adalah kenaikan harga kebutuhan pokok, BBM dan tindakan korupsi yang dilakukan pejabat negara. 

"Sudah jelas ya, ketika kita datang ke toko kelontong misalkan, harga-harga pada naik, begitu kan. Kemudian ketika kita ingin bertransportasi, harga BBM juga naik, begitu, yang non-subsidi Pertamax," ucap dia. 

"Terus juga misalkan kita bisa melihat bahwa ketika kita buka berita, ketika kita bangun pagi, itu isinya adalah ketidakadilan, misalkan MBG, korupsi, terakhir baru 1 triliun per bulan, begitu kan," sambungnya.

Di sisi lain, mahasiswa juga melihat kenyataan yang begitu pahit ketika beranjak ke kampus atau sekolah, di mana gaji para tenaga pendidik masih di bawah UMR. 

"Terus juga saudara-saudara kita ketika berobat ke kesehatan, BPJS-nya juga masih iurannya cukup tidak terjangkau, cukup mahal dengan kondisi sekarang, begitu kan ," imbuhnya.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut