Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Usai Ledakan SPBE Cimuning Bekasi, Pertamina Perketat Pemeriksaan Fasilitas Penyaluran LPG
Advertisement . Scroll to see content

Marak Kualitas Pertamax Bermasalah, Legislator DPR: Pertamina Harus Tanggung Jawab!

Senin, 09 Desember 2024 | 16:15 WIB
  • author Tama
Marak Kualitas Pertamax Bermasalah, Legislator DPR: Pertamina Harus Tanggung Jawab!
Ilustrasi SPBU Pertamina. (Foto: iNews/Tama)

JAKARTA, iNews Depok.id - Anggota Komisi VI DPR RI Mufti Anam meminta pertanggungjawaban Pertamina atas kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan. Jika Pertamina tidak bisa memberikan kualitas yang baik, Mufti pun meminta Pemerintah melakukan evaluasi.

"Kalau Pertamina ini sudah tidak bisa menghadirkan BBM yang murah dan berkualitas, bubarkan saja. Buat apa kita bicara soal kedaulatan energi tapi rakyat dijerat dengan harga BBM mahal dan diberikan BBM yang tidak berkualitas," kata Mufti, Senin (9/12/2024).

Seperti diketahui, belakangan ramai dibicarakan mesin kendaraan yang rusak setelah menggunakan Pertamax. PT Pertamina (Persero) sendiri telah menguji sampel Pertamax yang dikeluhkan tersebut dan memastikan Pertamax telah memenuhi spesifikasi teknis yang disyaratkan.

Meski begitu, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan kualitas dari Pertamax menyusul penemuan sejumlah mesin kendaraan yang rusak setelah menggunakan Pertamax. Apalagi isu tentang kualitas BBM Pertamina ini bukan hanya sekali mencuat.

Sejak tahun 2023 kualitas BBM Pertamina selalu dipertanyakan karena seharusnya sudah memiliki standar sulfur yang tidak membuat polusi. Untuk itu, Mufti meminta Pertamina memberikan jaminan bahwa produk yang mereka gunakan aman dan sesuai standar.

“Pertamina harus membuktikan komitmennya terhadap kualitas dan tanggung jawab sebagai penyedia energi nasional,” tegasnya.

Mufti meminta pemerintah untuk melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait perbaikan kualitas BBM. Jangan sampai pemerintah lengah terhadap kepastian dari kualitas BBM Tanah Air dan merugikan masyarakat.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut