get app
inews
Aa Text
Read Next : Tinju Dunia: Raja KO Terence Crawford vs Errol Spence, Pembuktian Siapa Terkuat di Kelas Welter

Tinju Presisi ala Shakur Nafi Shahid: saat Otak Kendalikan Penuh Otot

Kamis, 05 Februari 2026 | 13:48 WIB
header img
Tinju presisi ala Shakur Nafi Shahid Stevenson. Juara dunia tinju di 4 kelas berbeda ini memperkenalkan gaya tinju presisi dengan gerakan sangat efektif dan efisien. Foto: screen shoot video

DEPOK, iNews Depok.id - Tinju presisi ala Shakur Nafi Shahid Stevenson. Juara dunia tinju di 4 kelas berbeda ini memperkenalkan gaya tinju presisi dengan gerakan sangat efektif dan efisien.

Itu dibuktikan Shakur termasuk saat merebut sabuk juara dunia tinju Ringan Super versi WBO dari tangan Teofimo Lopez pada 1 Februari 2026.

Shakur benar-benar dominan atas petinju top dunia Teofimo Lopez. Padahal Teofimo adalah petinju yang dikenal dengan serangan cepat, variatif dan keras yang meluncur sama baiknya dari tangan kanan dan kiri. 

Catat nama besar yang ditaklukkan Teofimo seperti Vasily Lomachenko, Josh Taylor, dan Richard Commey. 

Namun di tangan Shakur, Teofimo mati kutu. Dengan tinju presisi, Shakur mementahkan semua serangan Teofimo nyaris sepanjang 12 ronde. 

Hebatnya, itu dilakukan Shakur tidak dengan berlari mengelilingi ring. Shakur tetap berada di depan Teofimo. 

Shakur cukup menggeser dan menundukkan sedikit kepala untuk menghindari pukulan Teofimo. Shakur benar-benar bertanding dengan otak. 

Shakur dengan kemampuan level tinggi dalam membaca gerakan, seringkali memotong serangan lawannya dengan jab kanan yang mendarat tepat di kepala Teofimo. Counter presisi. 

Belum berhenti sampai di situ, saat Teofimo melancarkan counter balik, Shakur membendung dengan 2 tangan. Shakur melanjutkan dengan serangan kiri andalannya. 

Kejadian yang berulang membuat Teofimo mati akal. Teofimo frustasi dan akhirnya babak belur. 

Tinju presisi jugalah yang membuat Shakur dominan atas lawan tangguh lain seperti Jamel Herring, Oscar Valdez, dan William Zepeda

Petinju yang kini berumur 28 tahun, lahir di dunia tinju dengan otak jenius. Ia menyabet medali emas di Kejuaraan Tinju Muda dunia pada 2014 di Sofia. Shakur juga menggondol emas Olimpiade Muda di Nanjing China tahun 2014.

Dua tahun kemudian Shakur menggondol medali perak Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. 

Bakat besar itu lalu dimentaskan promotor tinju kawakan Bob Arum dari Top Rank di level tinju pro. 

Tak ayal di bawah binaan Bob Arum, Shakur cepat mendunia. Dalam duel ke-13 di ring pro, Shakur sudah meraih sabuk WBO kelas bulu dengan mengalahkan Joet Gonzalez. 

Shakur kemudian juara di kelas berikutnya yakni Bulu Super, Ringan, dan Ringan Super. 

Dengan kecerdasannya dan usianya yang masih 28 tahun, Shakur akan mendominasi tinju di kelas Ringan Super dan Walter di masa depan. 

Shakur membuktikan bahwa tinju dengan otak jauh lebih lebih dominan dibanding tinju yang sekadar mengandalkan otot. 

 

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut