Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa proyek pelebaran jalan sejajar rel ini sebenarnya sudah mulai dirancang sejak era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo. Pramono mengaku merasa terpanggil untuk mempercepat dan merampungkan proyek tersebut karena sempat terbengkalai dan tak kunjung usai meski telah berganti kepemimpinan hingga delapan periode gubernur.
"Bahwa jalan ini sudah delapan Gubernur kok nggak selesai-selesai. Itu yang kemudian membuat saya tertarik untuk melakukan dan mendalami," ucap Pramono, Senin (14/9).
Terkait progres pengerjaan di lapangan, Pramono membeberkan bahwa proses pembebasan lahan warga untuk proyek jalan ini telah menunjukkan kemajuan signifikan dan ditargetkan rampung sepenuhnya hingga tahun 2026.
"Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen," tuturnya.
Proyek jalan sejajar rel kereta api ini rencananya bakal membentang sepanjang 1,7 kilometer dengan lebar jalan mencapai 18 hingga 23 meter. Pembangunan ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2027 mendatang dan diproyeksikan mampu menjadi solusi ampuh dalam memurai titik penumpukan kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Pasar Minggu.
"Kalau jalan ini bisa diselesaikan di tahun 2027, maka manfaatnya besar sekali karena jalan ini panjangnya 1,7 kilometer. Teman-teman lihat sendiri sekarang ini tempatnya yang masih banyak apa, bangunan-bangunan yang belum terbongkar," ucap dia.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
