DEPOK, iNews Depok.id - Pemerintah, Senin (7/9/2026) menghentikan penerbangan di 4 bandara terkait abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang menyebar luas di udara. Alasan demi keamanan penerbangan.
Ternyata abu vulkanik memang berbahaya bagi penerbangan. Dikutip dari berbagai sumber, setidaknya ada 4 alasan pesawat terbang berisiko melewati udara yang tercemar abu vulkanik.
1. Abu vulkanik mengandung partikel kaca silika
Pesawat terbang berisiko besar saat melewati abu erupsi Gunung Anak Krakatau karena abu tersebut mengandung partikel kaca silika tajam yang bisa meleleh di dalam mesin jet dan membuat mesin mati total.
Suhu di dalam ruang bakar mesin pesawat bisa melebihi 1.000° Celcius. Abu vulkanik yang terisap akan meleleh menjadi cairan kaca, lalu mendingin dan mengeras kembali di bilah turbin. Kerak kaca ini menyumbat aliran udara dan membuat mesin kehilangan tenaga hingga mati (flameout).
2. Mengikis badan pesawat
Sifat abrasif dari partikel batu dan mineral dalam abu dapat mengikis permukaan luar pesawat serta membuat kaca kokpit menjadi buram (sandblasting effect).
3. Menyumbat sensor penting
Abu dapat menutup pitot tube, yaitu sensor luar yang mengukur kecepatan dan tekanan udara. Akibatnya, instrumen di kokpit memberikan informasi yang salah kepada pilot.
4. Mengganggu jarak pandang dan sistem lain
Debu vulkanik tebal menurunkan jarak pandang pilot serta berisiko mengganggu sistem kelistrikan maupun filter udara.
Demikian 4 alasan pesawat terbang berisiko melewati udara yang mengandung abu vulkanik Anak Gunung Krakatau.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
