DEPOK, iNews Depok.id – Perusahaan asal Tapos Depok, PT Karabha Digdaya, kucurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk dukung pengembangan ekosistem agroindustri kemiri di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Bantuan berupa 10 unit chiller dan satu mesin pencacah untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus mendukung kebutuhan pelaku UMKM.
Yuli Priyanto, Direktur PT Karabha Digdaya dalam keterangan di Depok, Minggu (27/9/2026) mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung UMKM sesuai arahan pemegang saham
“PT Karabha Digdaya juga berkomitmen sesuai dengan arahan pemegang saham untuk selalu ikut berkontribusi kepada UMKM,” kata Yuli.
Menurutnya, peralatan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk kemiri sehingga membuka peluang lebih besar ke pasar ekspor. “Kami memberikan kontribusi 10 chiller dan satu mesin pencacah untuk membuat value dari kemiri tersebut supaya lebih meningkat hasilnya,” ujarnya.
Yuli menambahkan, kerja sama PT Karabha Digdaya dengan Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu telah berlangsung sejak 2024 dan akan terus dilakukan setiap tahun di berbagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Direktur Pelaksana LPEI Sukarmo Patmo Sukarso mengatakan dukungan SMV Kemenkeu mencakup sarana pascapanen, alat pengolahan, hingga peningkatan kapasitas petani.
Program tersebut melibatkan sejumlah SMV untuk memperkuat ekosistem kemiri dari hulu hingga hilir, termasuk pengembangan bibit, sarana produksi, energi terbarukan, peningkatan kapasitas petani hingga inovasi produk turunan.
Komoditas kemiri NTB saat ini telah menembus pasar internasional, termasuk Jepang dan Arab Saudi. Bahkan, UMKM binaan Bank Indonesia dan Dinas Perdagangan NTB telah melakukan pengiriman 20 ton kemiri senilai Rp795 juta ke Jeddah, Arab Saudi.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan pengembangan komoditas unggulan daerah diarahkan untuk memperkuat hilirisasi dan membuka akses pasar global.
“Target kita bukan pameran. Pameran adalah target antara. Tujuan akhirnya adalah ekspor,” kata Iqbal.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
