Sunscreen, Perlindungan Kulit dari Sinar Matahari

Marsaulina Lumbanraja
Pentingnya Menggunakan Sunscreen Lindungi Kulit Dari Paparan Sinar Matahari. Foto: Istimewa

 

Manfaat lainnya termasuk perlindungan terhadap hiperpigmentasi kulit. Paparan sinar matahari dapat menyebabkan perubahan warna pada kulit seperti bintik-bintik gelap, yang dapat dicegah dengan menggunakan sunscreen, sebagaimana diungkapkan oleh L'Oreal Paris.

Untuk mendapatkan manfaat sunscreen secara optimal, kita perlu memilih sunscreen yang sesuai dengan jenis dan kondisi kulit kita. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih sunscreen, yaitu:

  • SPF (Sun Protection Factor). SPF adalah ukuran kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit dari sinar UVB. Semakin tinggi SPF, semakin lama waktu perlindungan yang diberikan. Misalnya, jika tanpa sunscreen kita hanya bisa terpapar sinar matahari selama 10 menit sebelum kulit terbakar, maka dengan menggunakan sunscreen SPF 15 kita bisa terpapar selama 150 menit (10 x 15). Namun, SPF tidak menjamin perlindungan total dari sinar UVB. Sunscreen SPF 15 hanya dapat menyerap sekitar 93% sinar UVB, sedangkan SPF 30 sekitar 97%, dan SPF 50 sekitar 98%. Oleh karena itu, kita tetap perlu menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama dan mengulang penggunaan sunscreen setiap dua jam sekali atau sesuai petunjuk produk .
  • PA (Protection Grade of UVA). PA adalah ukuran kemampuan sunscreen dalam melindungi kulit dari sinar UVA. PA ditandai dengan simbol “+” yang menunjukkan tingkat perlindungan, mulai dari PA+ (perlindungan rendah), PA++ (perlindungan sedang), PA+++ (perlindungan tinggi), hingga PA++++ (perlindungan sangat tinggi). Kita perlu memilih sunscreen yang memiliki PA setinggi mungkin untuk mendapatkan perlindungan maksimal dari sinar UVA.
  • Bahan aktif. Bahan aktif sunscreen dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu bahan kimia dan bahan fisik. Bahan kimia, seperti avobenzone, oxybenzone, atau octinoxate, dapat menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas. Bahan fisik, seperti titanium dioxide atau zinc oxide, dapat memantulkan atau memecah sinar UV. Kedua jenis bahan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Bahan kimia dapat memberikan perlindungan lebih luas dari sinar UV, tetapi dapat menyebabkan iritasi atau alergi pada kulit sensitif. Bahan fisik dapat lebih aman untuk kulit sensitif, tetapi dapat meninggalkan residu putih pada kulit atau menyumbat pori-pori. Kita perlu memilih sunscreen yang mengandung bahan aktif yang cocok dengan kulit kita .
  • Tekstur dan formula. Tekstur dan formula sunscreen juga perlu disesuaikan dengan jenis kulit kita. Sunscreen yang berbentuk lotion, krim, atau gel dapat cocok untuk kulit kering, karena dapat memberikan kelembaban ekstra pada kulit. Sunscreen yang berbentuk spray, cairan, atau bubuk dapat cocok untuk kulit berminyak atau berjerawat, karena dapat memberikan hasil akhir yang ringan dan tidak lengket . Selain itu, kita juga perlu memperhatikan kandungan lain yang terdapat dalam sunscreen, seperti pewangi, pewarna, alkohol, atau minyak mineral, yang dapat menyebabkan iritasi atau komedo pada kulit .

Jadi, tidak hanya untuk tampilan yang cantik, penggunaan sunscreen adalah investasi dalam kesehatan kulit Anda. Jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen setiap hari, terlebih lagi saat beraktivitas di luar ruangan. Perlindungan terhadap paparan sinar UV adalah kunci untuk kulit yang sehat dan cantik.

Editor : M Mahfud

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network