Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Resmi Dipangkas, Kini Jawa Tengah Menjadi Provinsi di Jawa yang Tidak Memiliki Bandara Internasional
Advertisement . Scroll to see content

KRL Makin Jadi Favorit Warga Jabodetabek, Penumpang Terus Meningkat

Senin, 26 Oktober 2026 | 08:03 WIB
  • author Yuwantoro Winduajie / Mada Mahfud
KRL Makin Jadi Favorit Warga Jabodetabek, Penumpang Terus Meningkat
KRL Jabodetabek Commuter Line semakin jadi favorit warga Jabodetabek sebagai sarana transportasi. Jumlah penumpang terus meningkat dari tahun ke tahun. (Foto: iNews Depok/Dhodi S)

DEPOK, iNews Depok.id - KRL Jabodetabek Commuter Line semakin jadi favorit warga Jabodetabek sebagai sarana transportasi. Jumlah penumpang terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Kawasan metropolitan Jabodetabek menyaksikan pergeseran pola mobilitas publik yang kian menguat dari tahun ke tahun. Kesadaran warga urban untuk beralih dari kendaraan pribadi menuju transportasi massal terbukti terus menanjak tajam. 

Data operasional mencatat volume pengguna KRL Jabodetabek menembus angka 349,31 juta orang sepanjang tahun 2025.

Pencapaian monumental ini mencatatkan kenaikan sebesar 6,45 persen apabila kita menyandingkannya dengan capaian tahun 2024 yang mengumpulkan 328,153 juta penumpang.

Tren pertumbuhan ini bukan sekadar lonjakan sesaat, melainkan kurva naik yang konsisten dalam rentang tiga tahun terakhir. Pada tahun 2023, jumlah pengguna bertengger pada angka 290,89 juta orang. 

Hanya dalam kurun waktu satu tahun, angka tersebut melompat 12,81 persen menuju 328,153 juta orang pada 2024, sebelum akhirnya kembali menorehkan rekor baru pada 2025.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menegaskan peran sentral KRL sebagai tulang punggung mobilitas harian masyarakat perkotaan. Moda berbasis rel ini memegang andil vital dalam menghubungkan warga menuju tempat kerja, institusi pendidikan, hingga pusat-pusat layanan publik.

“Dengan skema tarif yang terjangkau melalui Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah, masyarakat dapat memangkas pengeluaran transportasi bulanan secara efisien dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi,” kata Karina dalam keterangannya, Minggu (25/10/2026).

Faktor keandalan jadwal turut memegang peranan kunci di balik tingginya loyalitas pengguna. KAI Commuter mengoperasikan seluruh perjalanan kereta secara konsisten berdasarkan Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka). Frekuensi perjalanan yang teratur memberikan kepastian waktu bagi publik di tengah ritme kehidupan kota yang serba cepat.

“Hal ini membantu pengguna Commuter Line dari kalangan pekerja, pelajar, dan pengguna harian dalam merencanakan jadwal aktivitas secara lebih terukur dan efisien,” kata Karina.

Di sisi lain, KRL menawarkan jalan keluar konkret bagi warga yang ingin membebaskan diri dari jebakan kemacetan lalu lintas, khususnya pada jam-jam sibuk. Jalur rel yang khusus dan steril membuat perjalanan kereta terbebas dari ancaman penumpukan kendaraan seperti yang lazim terjadi di jalan raya.

Karina mengingatkan bahwa kemacetan jalan raya membawa dampak buruk yang berlapis bagi kehidupan masyarakat kota. Kemacetan tidak hanya menyerap energi, tetapi juga menggerus produktivitas harian dan membengkakkan biaya hidup.

"Masalah kemacetan sendiri, dari berbagai penelitian disebutkan bahwa masalah tersebut berdampak pada pemborosan energi, penurunan produktivitas, hingga berdampak pada pengeluaran penduduk lebih besar," ucap Karina.

"Keberadaan Commuter Line menjadi bagian yang menjawab masalah tersebut," katanya lagi.

Aspek kelestarian lingkungan menjadi dimensi edukatif penting dari operasional KRL. Penggunaan kereta listrik atau Electric Multiple Unit (EMU) terbukti memberikan sumbangsih nyata dalam mengurangi beban emisi karbon di wilayah perkotaan. Perhitungan emisi KAI Commuter memperlihatkan bahwa tingkat emisi per penumpang KRL berada jauh di bawah modalitas transportasi darat berbasis bahan bakar fosil.

“Menggunakan Commuter Line, per orang hanya menghasilkan emisi sebesar ±19 hingga 41 gram CO₂/km. Angka tersebut jauh di bawah angka penggunaan mobil pribadi yang menghasilkan emisi sebesar ±170 hingga 192 gram CO₂/km, atau sepeda motor yang menghasilkan emisi sebesar ±90 hingga 110 gram CO₂/Km setiap orangnya,” ujar Karina.

Meremajakan layanan demi menjawab tantangan mobilitas yang terus membesar menjadi agenda strategis KAI Commuter ke depan. Pengelola berkomitmen meningkatkan keandalan sarana, memodernisasi fasilitas stasiun, memperkuat integrasi antarmoda, serta menerapkan prinsip operasional berwawasan lingkungan. Perusahaan juga bakal memperluas aksesibilitas dan kemudahan sistem transaksi digital demi mewujudkan perjalanan publik yang kian aman, nyaman, dan terintegrasi.

"KAI Commuter berkomitmen untuk terus berinovasi, mulai dari peningkatan keandalan sarana, modernisasi prasarana stasiun, integrasi antarmoda, hingga efisiensi operasional yang berwawasan lingkungan," ujar Karina.

Editor: Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut