Wow! Industri Asuransi Jiwa Tumbuh Saat Ekonomi Lesu, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNews Depok.id - Industri asuransi jiwa justru tumbuh saat ekonomi lesu. Ternyata penyebabnya terobosan penguatan industri asuransi jiwa dengan memperkuat ekosistem yang dilakukan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo menyatakan hal tersebut dalam keterangan di Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Albertus Wiroyo memaparkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Juni 2026.
Albertus mencatatkan pertumbuhan pendapatan premi weighted mencapai Rp58,06 triliun dan premi bisnis baru secara weighted tumbuh menjadi Rp21,06 triliun secara year-on-year.
Pada periode ini, total klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp75,57 triliun kepada 5,01 juta orang penerima.
"Pertumbuhan mencerminkan meningkatnya kebutuhan terhadap perlindungan asuransi jiwa sekaligus kepercayaan masyarakat yang tetap kuat terhadap industri," kata Albertus.
Menurut Albertus, pertumbuhan asuransi jiwa tak lepas dari penguatan ekosistem asuransi jiwa yang terus didorong.
Salah satunya dengan pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
"AAJI mendorong pengembangan kompetensi C-Level, penguatan kapasitas level manajerial, hingga program pelatihan melalui kerja sama dengan para partner Center of Excellence (CoE) AAJI," terang Albertus.
Kolaborasi ini untuk memperluas akses perusahaan anggota terhadap program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"Profesionalisme tenaga pemasar juga menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas industri," ceplos Albertus.
Setiap agen wajib untuk memiliki sertifikasi dari LSP yang terdaftar di OJK. Lembaga Sertifikasi Profesi Ahli Asuransi dan Jasa Indonesia (LSP AAJI) telah memperoleh izin operasional dari OJK melalui Surat Tanda Terdaftar Nomor S-22/KS.2/2026 tanggal 29 Juli 2026.
“Penguatan industri perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kualitas perlindungan dan kesehatan, hingga kesiapan sumber daya manusia. Kami terus mendorong kolaborasi dan berbagai inisiatif yang dapat memperkuat fondasi asuransi jiwa agar semakin adaptif dan mampu memberikan nilai bagi masyarakat dalam jangka panjang,” tutup Albertus.
Editor : M Mahfud