get app
inews
Aa Text
Read Next : ReJO Dukung Prabowo Komisaris BUMN Tanpa Tantiem, Perusahaan Harus Untung

IHSG Ambrol 2 Persen Respons Pidato Prabowo Wajibkan Ekspor SDA Lewat BUMN

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:13 WIB
header img
Rupiah gonjang-ganjing bulan Mei 2026, mencapai level Rp17.700-an per dollar AS. Presiden Prabowo menargetkan kurs Rupiah Rp16.800-17.500 per Dolar AS Tahun 2027. Foto: Screenshoot/iNews.id

JAKARTA, iNews Depok.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat ambrol lebih dari 2 persen pada perdagangan Rabu (20/5/2026) merespons pidato Presiden Prabowo Subianto di DPR, Rabu (20/5/2026).

IHSG sempat merosot tajam 2,43 persen ke 6.215,56 pada sekitar 11.22 WIB meski kemudian naik ke level 6.303 atau melemah 1,03 persen.  Saham-saham berbasis komoditas pun berguguran. IHSG telah melemah tujuh sesi beruntun, berada di level terendah sejak April 2025.

Dalam pidatonya di DPR, Rabu (20/5/2026), Prabowo menegaskan pemerintah ingin harga komoditas strategis Indonesia ke depan ditentukan di dalam negeri, seiring rencana penataan ulang tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA).

Prabowo mengatakan dirinya telah meminta kabinet memastikan harga komoditas Indonesia seperti nikel dan emas dapat ditentukan secara domestik, bukan lagi sepenuhnya mengikuti mekanisme di luar negeri.

Menurut Prabowo, Indonesia selama ini kehilangan potensi penerimaan besar akibat praktik under invoicing ekspor. Dia menyebut selama 34 tahun terakhir Indonesia kehilangan sekitar USD908 miliar atau setara Rp15.400 triliun karena nilai ekspor dilaporkan lebih rendah dari harga sebenarnya.

Pernyataan tersebut memperkuat sinyal pemerintah untuk memperketat kontrol terhadap perdagangan komoditas strategis, setelah sebelumnya muncul rumor pembentukan badan atau skema pengendali ekspor yang sempat menekan saham batu bara, mineral, hingga CPO.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut