Dosen MM Universitas Yarsi Paparkan Gagasan Resiliensi Ekonomi Era AI di Pakistan
Selain isu AI, Doktor Any menekankan pentingnya transisi global dari ekonomi linear menuju ekonomi sirkular. Di masa depan, orientasi bisnis harus bergeser dari sekadar kepemilikan menjadi kolaborasi, serta dari pertumbuhan semata menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.
Beliau mengusulkan penggunaan indikator baru untuk mengukur kesuksesan sebuah negara atau perusahaan. Indikator ini tidak lagi hanya terpaku pada GDP, melainkan harus mencakup aspek keadilan sosial, tata kelola yang etis, dan sirkulasi nilai yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Konferensi ini juga menghadirkan pakar dari berbagai negara, seperti Profesor Sagheer Abbas (Arab Saudi), Saleem Ahmad (Tiongkok), dan Piyya Muhammad Rafi-ul-Shan (London). Kehadiran para ahli ini bertujuan untuk merumuskan model bisnis hijau guna menghadapi risiko iklim ekstrem seperti banjir dan kekeringan.
Momen istimewa terjadi menjelang penutupan acara. Universitas Yarsi dan GSCWU resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Prosesi ini dihadiri langsung secara daring oleh Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D.
Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi riset bersama, pertukaran dosen serta mahasiswa, dan penguatan jejaring akademik internasional antara Indonesia dan Pakistan di masa depan.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta