get app
inews
Aa Text
Read Next : Setahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Melejit dan Diplomasi Mendunia

Dosen MM Universitas Yarsi Paparkan Gagasan Resiliensi Ekonomi Era AI di Pakistan

Senin, 09 Februari 2026 | 13:33 WIB
header img
Dr. Ir. Any Setianingrum, M.E.Sy. (Dosen MM Universitas Yarsi) saat menjadi pembicara utama dalam konferensi internasional The 2nd ICEBE&IT 2026 di Pakistan. Foto: Ist

BAHAWALPUR, iNewsDepok.id – Universitas Yarsi kembali menunjukkan prestasinya di kancah pendidikan internasional. Dr. Ir. Any Setianingrum, M.E.Sy., dosen Program Magister Manajemen (MM) Yarsi, hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam konferensi internasional bergengsi, The 2nd ICEBE&IT 2026, yang berlangsung di Pakistan pada 2-3 Februari 2026.

Acara yang diselenggarakan oleh The Government Sadiq College Women University (GSCWU) ini mengangkat tema besar mengenai perubahan iklim dan resiliensi: membayangkan kembali masa depan bisnis dan teknologi yang berkelanjutan.

Paradoks AI dan Pentingnya Energi Moral

Dalam paparannya, Doktor Any menyoroti fenomena kecerdasan buatan (AI) yang berkembang jauh lebih cepat daripada tata kelola etisnya. Meski AI mampu meningkatkan efisiensi secara drastis, ia memperingatkan adanya potensi ketimpangan sosial dan krisis etika jika tidak dikelola dengan bijak.

Ia memperkenalkan konsep "Re-equilibrating Resilience". Menurutnya, ketahanan ekonomi sejati tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan, tetapi dari keseimbangan antara inovasi teknologi dan energi moral.

"Teknologi harus dipadukan dengan nilai keadilan dan tanggung jawab antargenerasi. Di sini, AI diposisikan sebagai intelligent trust—alat untuk memperkuat transparansi dan distribusi yang adil, bukan sebagai pengganti nurani manusia," tegas alumnus Doktor Universitas Airlangga tersebut.

Pergeseran Menuju Ekonomi Sirkular

Selain isu AI, Doktor Any menekankan pentingnya transisi global dari ekonomi linear menuju ekonomi sirkular. Di masa depan, orientasi bisnis harus bergeser dari sekadar kepemilikan menjadi kolaborasi, serta dari pertumbuhan semata menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

Beliau mengusulkan penggunaan indikator baru untuk mengukur kesuksesan sebuah negara atau perusahaan. Indikator ini tidak lagi hanya terpaku pada GDP, melainkan harus mencakup aspek keadilan sosial, tata kelola yang etis, dan sirkulasi nilai yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Sinergi Internasional dan Kerja Sama Global

Konferensi ini juga menghadirkan pakar dari berbagai negara, seperti Profesor Sagheer Abbas (Arab Saudi), Saleem Ahmad (Tiongkok), dan Piyya Muhammad Rafi-ul-Shan (London). Kehadiran para ahli ini bertujuan untuk merumuskan model bisnis hijau guna menghadapi risiko iklim ekstrem seperti banjir dan kekeringan.

Momen istimewa terjadi menjelang penutupan acara. Universitas Yarsi dan GSCWU resmi menjalin kolaborasi strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU). Prosesi ini dihadiri langsung secara daring oleh Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D.

Kerja sama ini diharapkan menjadi pintu pembuka bagi riset bersama, pertukaran dosen serta mahasiswa, dan penguatan jejaring akademik internasional antara Indonesia dan Pakistan di masa depan.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut