Kisah Warga Depok Menanti Lailatul Qadr di Kampung Maghfirah di Kaki Gunung Pangrango

Peserta iktikaf betah berlama-lama dengan keberadaan fasiltas yang cukup memadai seperti kasur, bantal dan selimut untuk jamaah beristirahat.
Sarana kebersihan seperti toilet yang bersih dan air hangat untuk keperluan mandi juga tersedia.
Sementara pada sahur dan berbuka puasa, terdapat menu nusantara yang khas dan lezat.
Untuk menjaga kesehatan para peserta, panitia juga mensiagakan tenaga dokter dan tenaga kesehatan yang mendampingi peserta selama beri’tikaf.
Para peserta bersyukur karena dapat mengisi waktu i’tikaf dengan terbimbing dan terlayani dengan baik.
Sisa waktu Ramadan seakan tak terbuang sia-sia karena jadwal yang ketat diisi dengan ibadah wajib dan sunnah seperti sholat wajib 5 waktu, puasa, tadarus Al-Qur’an. Sholat sunah yang terjaga dan terbimbing.
Ustadz Isymal, ketua panitia i’tikaf menjelaskan dalam sehari sekurangnya 5 juz seluruh peserta membaca Al-Qur’an secara bersama sama.
“Kita Sholat tarawih 1 juz, tahadjut 1 juz dan tadarus Al-Qu’an 3 juz, itu diluar membaca Al-Qur’an yang menjadi target pribadi setiap peserta.“ tutur Isymal.
“Disini, paling tidak jama’ah bisa khatam Al-Qur’an sebanyak 5 kali atau lebih dalam 10 hari terakhir ini.” Pungkas Ustadz Lulusan Sekolah Tinggi Ilmu Pendidikan Islam ini.
Diantara waktu i’tikaf para peserta juga mendapatkam materi keislaman seperti tadabbur Al-Qur’an, fikih, hadits, sejarah, tafsir, dan materi parenting yang dibimbing oleh para masyaikh seperti Syekh Riyadh, seorang Doktor ahli fikih asal Suriah, Syekh Ali seorang doktor pakar akidah lulusan Madinah, DR Ahmad Hatta, M.A founder dan pembina Kampung Maghfirah, dan para asatidzah praktisi dan spesialis parenting seperti Ustadz Deka Kurniawan, Ustadz Bendri Jaysurohman , Ayah Irwan dan Bunda Ely Risman.
Editor : M Mahfud