Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Golkar Depok Desak Pemkot Lanjutkan Program UHC, Sebut Kesehatan Rakyat Wajib Dipenuhi
Advertisement . Scroll to see content

Gluten dan Fungsinya Bagi Tubuh, Bisa Kurangi Risiko Diabetes

Senin, 12 Februari 2024 | 12:30 WIB
  • author Marsaulina Lumbanraja
Gluten dan Fungsinya Bagi Tubuh, Bisa Kurangi Risiko Diabetes
Jenis makanan yang mengandung gluten. Foto: Istimewa

Cara Mencegah dan Mengatasi Bahaya Gluten

Untuk mencegah dan mengatasi bahaya gluten bagi tubuh, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain:

  • Menghindari atau mengurangi konsumsi makanan yang mengandung gluten, seperti roti, pasta, kue, biskuit, sereal, dan bir. Ganti makanan tersebut dengan makanan yang bebas gluten, seperti beras, jagung, kentang, singkong, quinoa, amaranth, buckwheat, dan sorghum
  • Membaca label kemasan makanan sebelum membeli atau mengkonsumsinya. Perhatikan apakah makanan tersebut mengandung gluten atau tidak, dan apakah makanan tersebut diproduksi di tempat yang bebas dari kontaminasi gluten. Hindari makanan yang mengandung bahan-bahan seperti tepung terigu, tepung gandum, malt, dextrin, atau hidrolisat protein
  • Mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti buah, sayur, kacang-kacangan, biji-bijian, susu, telur, daging, dan ikan. Makanan-makanan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan protein, serat, dan nutrisi lainnya yang mungkin berkurang akibat menghindari gluten
  • Mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral jika diperlukan, terutama bagi orang dengan penyakit celiac atau alergi gandum yang berisiko mengalami kekurangan nutrisi. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen apa pun
  • Mengunjungi dokter jika mengalami gejala yang mengarah pada penyakit celiac, sensitivitas gluten non-celiac, atau alergi gandum. Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes darah, kulit, atau biopsi usus untuk menegakkan diagnosis. Dokter juga akan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan gejala, seperti obat antihistamin, kortikosteroid, atau epinefrin.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut