Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Unik! Satu-satunya Pohon Palem yang Berbuah dan Berbunga di Bawah Tanah, Berasal dari Kalimantan
Advertisement . Scroll to see content

Obat Penahan Penyakit Motor Neuron yang Diderita Stephen Hawking Telah Ditemukan Ilmuwan Inggris

Senin, 09 Januari 2023 | 16:27 WIB
  • author Wahyu S
Obat Penahan Penyakit Motor Neuron yang Diderita Stephen Hawking Telah Ditemukan Ilmuwan Inggris
Stephen Hawking. Foto: antinomi.org

DEPOK, iNewsDepok.id - Fisikawan terkemuka Stephen Hawking diketahui menderita penyakit saraf motorik atau motor neuron disease (MND). Stephen Hawking pertama kali teridentifikasi mengalami MND di usia 21 tahun.

Saat ini, ilmuwan ilmuwan dari Immune Regulation and Immunotherapy di King's College Inggris telah menemukan obat penahan penyakit tersebut.

Penemuan obat tersebut diyakini akan memberikan dorongan besar harapan hidup lebih lama bagi penderita penyakit motor neuron atau MND.

Obat itu disebutkan merupakan hasil penelitian selama 21 bulan di Inggris dan Prancis. Obat baru dibuat dari protein Interleukin-2 (IL-2), yang ditemukan dalam sistem kekebalan tubuh.

Berdasarkan penelitian, suntikan protein yang digunakan untuk mengobati kanker ginjal dapat memperlambat penyebaran MND dan meningkatkan peluang bertahan hidup hingga 70 persen.

“Hasil luar biasa ini merupakan terobosan nyata,” kata Timothy Tree, Profesor di Immune Regulation and Immunotherapy di King's College dikutip Daily Mail, pada Senin (9/1/2023).

Temuan ini, kata Tree, akan bisa membuat perubahan besar pilihan penanganan pada penanganan pasien yang menderita penyakit yang merusak ini.  

Studi tersebut menemukan bahwa dosis rendah IL-2 meningkatkan jumlah sel kekebalan tertentu dalam darah yang mampu melawan infeksi inflamasi.

Dalam penelitian itu pemberian suntikan protein menghasilkan 70 persen penurunan risiko kematian dibandingkan dengan pasien yang diberi plasebo.

Di samping itu, juga terlihat malnutrisi dan dehidrasi membuat banyak penderita MND lebih sulit untuk tetap sehat. Alhasil kematian umumnya terjadi setelah gagal napas.

Editor: Kartika Indah Kusumawardhani

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut