JAKARTA, iNewsDepok.id — Amanda Andono (50), warga Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, resmi menyambangi Polda Metro Jaya pada Kamis (8/10/2026). Langkah hukum ini diambil menyusul insiden penggunaan petasan berdaya ledak tinggi saat gelaran Maulid Nabi dan haul yang viral beberapa waktu lalu.
Amanda datang ke Mapolda Metro Jaya didampingi kedua buah hatinya, BCK (12) yang terpaksa menggunakan kursi roda, serta BM (15). Laporan tersebut resmi terdaftar dengan nomor LP/B/7547/X/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Penyalaan Petasan Dini Hari Bikin Anak Kejang
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Minggu (4/10/2026) dini hari. Amanda menceritakan, dentuman petasan serta kembang api bersuara nyaring terdengar dari lokasi acara hingga ke huniannya yang berjarak sekitar 250 meter sejak tengah malam hingga pukul 01.00 WIB.
Dentuman keras beruntun yang diduga bersumber dari mesin peluncur kembang api itu seketika mengejutkan keluarganya yang tengah terlelap. Anaknya yang berusia 12 tahun kaget hingga mengalami kejang dan panik.
"Sehingga anak saya, BCK, langsung kaget, bangun. Yang kami sudah lelap jam 12, jam setengah 1 tuh sudah sangat lelap. Kaget, kejang, panik, teriak. Itu dari kamar saja enggak cuma sekali dua kali, tapi itu sampai 10 menit lebih tuh masih dededededer," ungkap Amanda di Polda Metro Jaya, Kamis (8/10/2026).
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
