Pimpin International Naqshabandi Council, Ali Masykur Musa Bawa Mandat Perdamaian dan Jejaring Tasaw
Melalui Piagam Bukhara dan keterangan resmi kepemimpinannya, Ali Masykur mengusung lima mandat substantif. Pertama, membangun komunikasi dan ruang perjumpaan bagi jaringan Naqsyabandiyah lintas negara. Kedua, merawat persaudaraan di tengah perbedaan latar belakang tradisi sosial serta budaya.
Ketiga, menjaga esensi spiritual melalui lima prinsip dasar: menjaga sanad, merawat adab, menghidupkan zikir, memperkuat ukhuwah, dan menghadirkan kemaslahatan.
Keempat, membawa nilai-nilai tasawuf keluar dari ranah personal menuju aksi nyata dalam kehidupan sosial seperti toleransi dan perdamaian.
Kelima, memastikan jejaring internasional ini diwujudkan dalam kerja sama berkelanjutan melalui riset, pendidikan generasi muda, dan dokumentasi sejarah.
Pengalaman panjang Ali Masykur di dunia akademis, lembaga legislatif, audit negara, hingga pengawasan BUMN menjadi modal berharga dalam mengelola organisasi spiritual berskala internasional ini. Ia meyakini bahwa spiritualitas masa kini harus mampu menjawab tantangan jaman, termasuk mengatasi ketegangan identitas dan melemahnya ruang dialog antarmanusia.
"Dari Bukhara, kita tidak sekadar membawa pulang kenangan sejarah; kita membawa amanah untuk menjadikan warisan spiritual sebagai cahaya bagi persaudaraan dan kemanusiaan," tegas Ali Masykur.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
