Polri Dinilai Jadi Ujung Tombak Jaga Demokrasi dalam Aksi 27 Agustus

Vitrianda Hilba Siregar
Polri dinilai memiliki peran signifikan dalam menjaga iklim demokrasi saat mengamankan aksi demonstrasi pada 27 Agustus lalu. Foto: ist

Pemahaman Polri terhadap pemisahan kelompok aspirasi resmi dan kelompok penunggang menjadi modal penting untuk menjaga penyampaian pendapat tetap berada di koridor demokrasi.

Terkait mitigasi terhadap kelompok perusuh, Syaufuan menyarankan agar aparat tidak selalu mengedepankan konfrontasi langsung.

Salah satu langkah taktis yang bisa diambil adalah menarik pasukan pada momen tertentu untuk memutus potensi bentrokan fisik.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Faisal Lohy juga memberikan apresiasi objektif atas keberhasilan Polri mengawal aksi hingga berjalan aman dan damai. Kendati demikian, ia memberikan catatan kritis terkait perlunya evaluasi pada kemampuan deteksi dini.

Rentannya unjuk rasa diakhiri dengan kericuhan menandakan bahwasanya antisipasi awal terhadap penyusup masih harus diperkuat. Selain itu, derasnya arus informasi di media sosial yang berpotensi memicu eskalasi massa di lapangan menuntut strategi preventif dan preemtif yang jauh lebih solid.

Sementara itu, Fauzan Ohorella menyoroti sinergi antara Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya dalam mengedepankan pendekatan persuasif. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata komitmen negara dalam menjamin kebebasan berpendapat tanpa mengabaikan perlindungan masyarakat dari tindakan anarkis.

Pendekatan humanis tersebut membuktikan bahwa stabilitas keamanan dan prinsip-prinsip demokrasi dapat berjalan beriringan.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network