Membusuk di Penjara! Ratko Mladic Tukang Jagal Pembantai Muslim Bosnia Meninggal

Anton Suhartono / Mada Mahfud
Ratko Mladic, mantan jenderal Serbia-Bosnia yang menjuluki dirinya sendiri sebagai dalang pembersihan etnis Muslim Bosnia, akhirnya mati di balik jeruji besi pada usia 84 tahun, Kamis (27/8/2026). (Foto: Istimewa)

DEN HAAG, iNews Depok.id— Ratko Mladic, mantan jenderal Serbia-Bosnia yang menjuluki dirinya sendiri sebagai dalang pembersihan etnis Muslim Bosnia, akhirnya mati di balik jeruji besi pada usia 84 tahun, Kamis (27/8/2026).

 

Sosok yang dijuluki "Tukang Jagal Bosnia" ini mengakhiri hidupnya di Unit Penahanan PBB di Den Haag, Belanda, tempat ia mengasingkan sisa hidupnya akibat vonis penjara seumur hidup atas serangkaian kejahatan kemanusiaan dan genosida.

 

Kuasa hukum Mladic, Dragan Ivetic, mengonfirmasi kematian kliennya setelah mendekam lebih dari 15 tahun di penjara internasional tersebut. 

 

Sebelum tewas, tim pengacara sempat mengemis pembebasan atas dasar kemanusiaan dengan alasan kondisi kesehatan Mladic yang memburuk drastis. Namun, permohonan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pengadilan, memastikan sang pembantai tetap menghirup udara penjara hingga ajal menjemput.

 

Jejak darah Mladic tercatat kelam dalam sejarah perang Balkan 1992. Pengadilan Kriminal Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) menjatuhkan hukuman atas perannya memimpin pembunuhan massal, teror penembak jitu, pengusiran paksa, serta penyanderaan warga sipil non-Serbia. Hakim ICTY, Fouad Riad, bahkan menyebut aksi biadab di bawah komando Mladic sebagai kekejaman yang tak terbayangkan oleh akal sehat.

Dua tragedi paling berdarah yang menjadi warisan kelamnya adalah pengepungan Sarajevo dan pembantaian Srebrenica:

 * **Pengepungan Sarajevo (1992):** Pasukan Mladic mengurung warga di lembah kota selama dua tahun. Dari ketinggian, mereka merudal dan menembaki warga sipil tanpa ampun, menewaskan lebih dari 10.000 jiwa yang sebagian besar merupakan anak-anak.

 * **Pembantaian Srebrenica (Juli 1995):** Mladic memimpin invasi ke zona aman PBB dan membantai lebih dari 7.000 pria serta anak laki-laki Muslim Bosnia hanya dalam hitungan hari. Aksi ini dicatat sejarah sebagai aksi genosida terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.

Pria kelahiran Kalinovik 1942 yang mengawali kariernya di Tentara Rakyat Yugoslavia ini kini resmi menutup riwayatnya. Meski sempat mencoba meloloskan diri dari hukuman mati dan jeruji besi melalui berbagai upaya banding, penjahat perang ini akhirnya menuntaskan sisa hidupnya persis sebagaimana vonis pengadilan: membusuk di dalam penjara.

 

Editor : M Mahfud

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network