BOGOR, iNews Depok.id - Lestarikan bahasa daerah, Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 mengangkat cerita legenda Jawa Barat (Jabar).
Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 diselenggarakan PT Navaswara Bhuwana Kencana.
Ketua Festival Mendongeng Suara Nusantara 2026 sekaligus Managing Director PT Navaswara Bhuwana Kencana, Cahaya Manthovani, mengaku upaya menghidupkan legenda Jawa Barat untuk melestarikan budaya dan bahasa Sunda.
Ia mengaku gembira karena jumlah peserta membeludak hingga 1.120 peserta.
"Kami benar-benar terkejut karena jumlah peserta melebihi perkiraan. Antusiasmenya luar biasa," kata Cahaya Manthovani, Kamis (27/8/2026).
Cahaya mengungkapkan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara memasuki penyelenggaraan tahun ketiga, setelah sebelumnya digelar di Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten.
Festival berlangsung berlangsung di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor pada 22-23 Agustus 2026. Kolaborasi dilakukan dengan berbagai pihak termasuk Pemerintahan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintahan Kabupaten Bogor.
" Dari 1.120 peserta, terpilih 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama," ujar Cahaya.
Babak semifinal tersebut kemudian menghasilkan 20 pendongeng terbaik dari 4 kategori.
Selanjutnya para finalis membawakan salah satu dari 15 judul cerita rakyat Jawa Barat yang telah ditentukan oleh panitia, dengan kesempatan mengembangkan penyajian melalui kemampuan bertutur, ekspresi, penghayatan karakter, dan kreativitas di atas panggung.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah.
"Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Suara Nusantara yang menjadi mitra strategis dari pemerintah dalam rangka meningkatkan budaya baca, literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia," ujar Hafidz.
Menurut Hafidz, literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan nasional. Kemampuan literasi tidak berhenti pada membaca dan menulis, tetapi turut berkaitan dengan kemampuan memahami informasi yang dibaca. Kemampuan bertutur juga dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan literasi.
"Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah. Oleh karena itu, tentu kami sangat mengharapkan kegiatan yang diinisiasi oleh Kak Cahaya dapat terus ditingkatkan," katanya.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
