Kisah Kegigihan di Balik Sarung Tangan Jempol Gaming Raih Rekor MURI

Mada Mahfud
Kegigihan dalam memperjuangkan ide bisnis yang tampak sepele, mengantarkan Andra ST bersama sarung tangan jempol gaming AP King meraih Rekor MURI. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews Depok.id - Kegigihan dalam memperjuangkan ide bisnis yang tampak sepele, mengantarkan Andra ST bersama sarung tangan jempol gaming AP King meraih Rekor MURI

Andra ST menceritakan anugerah penghargaan Rekor MURI berlangsung pada 7 Agustus 2026. Penghargaan. 

"Rekor MURI diberikan atas pencapaian penjualan sarung tangan jempol gaming terbanyak di marketplace dalam waktu satu tahun, dengan total penjualan mencapai 4,3 juta buah," kata Andra ST dalam keterangan di Jakarta, Rabu (19/8/2026). 

Sarung tangan jempol Gaming AP King merupakan aksesoris gaming yang dirancang untuk meningkatkan performa sentuhan layar ponsel saat bermain gim daring.

Sarung tangan jempol gaming menggunakan material konduktif berkualitas tinggi yang membantu meningkatkan respons layar sentuh, mengurangi gesekan pada jari, serta memberikan kenyamanan saat bermain dalam durasi panjang.

Andra ST mengisahkan perjalanan AP King yang nyaris tamat untuk kemudian bangkit berkat kegigihan dan inovasi. 

AP King mulai dirintis pada 2024 oleh Andra ST bersama partnernya saat itu, Sopian. Ide tersebut berangkat dari pengalaman Andra sebagai content creator gaming yang cukup sering menggunakan sarung jempol saat bermain game, khususnya untuk mendukung aktivitas bermain Free Fire.

Kebiasaan menggunakan perangkat pendukung gaming tersebut kemudian memunculkan gagasan untuk membuat produk dengan merek sendiri. Bagi Andra, kebutuhan yang sebelumnya hanya digunakan untuk aktivitas bermain game justru bisa dikembangkan menjadi sebuah peluang bisnis.

“Awalnya memang dari kebutuhan sendiri. Saya sebagai gamer dan content creator memang menggunakan sarung jempol untuk bermain. Dari situ kemudian kepikiran, kenapa tidak coba membuat produk sendiri,” ujar Andra ST.

Bersama Sopian, Andra kemudian mulai mencari berbagai kebutuhan untuk merealisasikan produk tersebut, mulai dari bahan hingga mesin produksi. Prosesnya tidak berjalan sederhana karena teknologi dan mesin yang sesuai dengan standar produksi yang mereka inginkan belum mudah ditemukan di Indonesia.

Mereka akhirnya mendatangkan sejumlah kebutuhan produksi dari China. Dari proses tersebut, lahirlah AP King dengan identitas visual berupa huruf A, P, dan simbol mahkota.

Pada tahap awal, kehadiran AP King mendapat respons cukup positif dari audiens Andra. Produk yang dekat dengan aktivitas gaming tersebut sempat mencatat penjualan sekitar 100 pcs per hari pada minggu pertama.

Namun, respons awal tersebut tidak serta-merta membuat perjalanan bisnis berjalan mulus. Setelah momentum pertama berlalu, penjualan AP King justru mengalami penurunan cukup drastis. Dari sebelumnya sekitar 100 pcs per hari, penjualan turun menjadi hanya 5–10 pcs per hari.

Andra pun mencoba berbagai cara untuk mempertahankan bisnis tersebut. Salah satunya dengan melakukan live streaming selama satu hingga dua jam. Namun, upaya tersebut belum memberikan perubahan signifikan karena penjualan masih berada di kisaran yang sama.

Situasi tersebut sempat membuat Andra dan Sopian mempertimbangkan kelanjutan AP King. Hingga akhirnya Sopian memutuskan keluar dari bisnis dan Andra mengambil alih kepemilikan AP King secara penuh.

Alih-alih menghentikan bisnis yang sudah dirintis, kondisi tersebut justru menjadi titik bagi Andra untuk mempelajari kembali bagaimana sebuah produk dapat berkembang melalui ekosistem digital.

“Saya melihat waktu itu masalahnya bukan hanya produknya. Saya harus belajar lebih banyak tentang bagaimana menjualnya, bagaimana membuat konten, bagaimana live, sampai bagaimana membaca perilaku konsumen,” kata Andra.

Andra kemudian mulai mempelajari marketplace secara lebih mendalam. Ia mempelajari strategi iklan, pembuatan hook dalam konten, mekanisme live streaming, hingga berbagai cara untuk membuat aktivitas penjualan berjalan lebih efisien.

Proses tersebut dilakukan secara bertahap dan terus dievaluasi. Perlahan, angka penjualan AP King mulai kembali meningkat. Dari yang sebelumnya hanya 5–10 pcs per hari, penjualan berkembang menjadi sekitar 50 pcs, kemudian 100 pcs, hingga akhirnya menembus sekitar 1.000 pcs per hari.

Momentum lain terjadi ketika memasuki bulan Ramadan. Andra melihat adanya perubahan perilaku konsumen menjelang Lebaran, termasuk meningkatnya daya beli masyarakat setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Melihat peluang tersebut, AP King kemudian mencoba pendekatan pemasaran yang lebih dekat dengan situasi masyarakat saat itu. Salah satunya melalui gimmick yang mengaitkan pembelian produk dengan uang THR.

Strategi tersebut mendapat respons besar dari pasar. Penjualan AP King kemudian meningkat hingga sekitar 5.000 pcs per hari dan dalam perkembangannya mencapai sekitar 10.000 pcs per hari.

Pertumbuhan tersebut sekaligus menghadirkan tantangan baru. Skala bisnis yang semakin besar membuat Andra menyadari bahwa AP King tidak lagi dapat dijalankan seorang diri. Dibutuhkan sistem kerja dan tim yang mampu menangani berbagai aktivitas, termasuk operasional dan live streaming.

AP King kemudian mulai membangun tim sekaligus memperluas aktivitas live streaming sebagai bagian dari pengembangan bisnis.

“Ketika penjualan mulai besar, tantangannya juga berubah. Kalau sebelumnya saya bisa mengerjakan banyak hal sendiri, akhirnya harus mulai membangun tim dan sistem supaya bisnisnya bisa terus berjalan,” tutur Andra.

Bagi Andra, perjalanan AP King menjadi pengalaman bahwa membangun bisnis tidak selalu berlangsung dalam kondisi yang ideal. 

Penurunan penjualan, perubahan strategi, hingga keputusan untuk mengambil alih bisnis sepenuhnya justru menjadi bagian penting dari proses yang membentuk AP King.

Dari sebuah kebutuhan seorang gamer pada 2024, AP King kemudian berkembang menjadi brand yang bergerak di ranah gaming sekaligus membangun ekosistemnya melalui produk, konten, dan aktivitas live streaming.

Perjalanan tersebut menunjukkan bagaimana perkembangan industri gaming dan ekonomi kreator dapat membuka ruang bagi munculnya berbagai ide bisnis. Bagi Andra, AP King bukan hanya tentang menjual produk, tetapi juga tentang bagaimana sebuah kebutuhan yang dekat dengan kehidupan gamer dapat dikembangkan menjadi sebuah brand melalui proses yang panjang.

Editor : M Mahfud

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network