JAKARTA, iNewsDepok.id — Aparat kepolisian bergerak cepat mengusut bentrokan antarkelompok warga yang pecah di kawasan Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026). Insiden berdarah yang dipicu persoalan sepele tersebut menelan korban jiwa, di mana satu orang dilaporkan tewas dan satu orang lainnya kini dalam kondisi kritis.
Guna mengusut tuntas peristiwa ini, petugas telah mengamankan tiga orang yang diduga kuat terlibat langsung dalam aksi penganiayaan berat tersebut. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, mengonfirmasi bahwa ketiga terduga pelaku yang berinisial S, T, dan U saat ini tengah menjalani pemeriksaan maraton di Polsek Menteng.
"Dari langkah penegakan hukum yang kami lakukan, tim telah mengamankan tiga orang warga yang terlibat dalam penganiayaan tersebut, yaitu saudara S, saudara T, dan saudara U," kata Reynold kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Bermula dari Suara Knalpot Brong dan Perusakan Gerobak
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan sementara, kerusuhan ini bermula sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, dua orang pemotor yang tengah melintas di dekat gerobak nasi uduk memicu kekesalan warga sekitar karena terus-menerus menggeber gas kendaraan mereka.
Warga yang merasa terganggu lantas menegur kedua pemotor tersebut agar tidak bising. Namun, teguran itu justru direspons dengan nada emosi. Kedua pemotor yang tidak terima lantas pergi dan kembali lagi membawa lima orang rekannya. Kelompok ini kemudian melakukan aksi perusakan terhadap sejumlah tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lokasi, termasuk merusak gerobak pedagang nasi uduk, serta melakukan pemukulan terhadap warga.
Tindakan anarkis tersebut menyulut amarah warga Matraman yang bermukim di belakang Jalan Tambak. Perselisihan pun tak terelakkan dan dengan cepat meluas menjadi bentrokan massal yang diwarnai aksi saling lempar batu antar kedua kelompok.
"Awal pemicunya adalah perusakan barang modal UMKM warga serta adanya warga setempat yang sempat dipukul. Kami melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap para pelaku yang diduga memicu perselisihan awal ini," jelas Reynold.
Satu Korban Jiwa dan Isu Pengaruh Alkohol
Bentrokan sengit itu memakan korban. Dua orang berinisial K (23) dan DS dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) akibat luka parah. Naas, nyawa K tidak tertolong setelah sempat mendapatkan penanganan medis, sementara DS hingga kini masih berjuang melewati masa kritis.
Pihak kepolisian juga tengah mendalami kemungkinan adanya pengaruh minuman keras (miras) yang memicu tindakan ugal-ugalan serta provokasi para pelaku di awal kejadian.
"Kami akan berkoordinasi dengan pihak medis RSCM untuk melakukan pemeriksaan laboratorium, apakah para pelaku berada di bawah pengaruh minuman keras saat memicu keributan dengan menggeber motornya," imbu Reynold.
15 Orang Diamankan, Aparat Gabungan Bersiaga
Secara keseluruhan, pihak kepolisian telah mengamankan setidaknya 15 orang untuk dimintai keterangan. Proses pemeriksaan dilakukan secara terpilah berdasarkan klaster peristiwa guna memetakan peran masing-masing orang, baik sebagai saksi, korban, maupun pihak yang berpotensi ditetapkan sebagai tersangka.
Guna mencegah terjadinya aksi balasan dan memastikan situasi kembali kondusif, aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Menteng, Polda Metro Jaya, hingga unsur TNI dari Kodim 0501 Jakarta Pusat dan Kodam Jaya disiagakan ketat di sekitar kawasan Jalan Tambak hingga Minggu malam.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
