Namun sekitar pukul 07.00 WIB, Temon tiba-tiba mengeluhkan rasa sakit yang sangat hebat di dada sebelah kiri hingga membuatnya menangis kesakitan.
“Terus tiba-tiba jam 7.00 dia dada kirinya sakit banget itu, sampai dia nangis. Terus kakakku yang cewek, ikut nangis juga,” ujarnya Jonathan.
Keluarga langsung berupaya membawa Temon ke rumah sakit terdekat. Dalam perjalanan, Temon terus mengeluhkan nyeri yang dirasakannya: “Dia bilang: Kak, dada aku sakit sekali."
Di rumah sakit Temon hanya bertahan 1 jam dan dinyatakan meninggal.
Putri Temon, Rambu, mengungkap bahwa sang ayah tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kesehatannya memburuk. Komunikasi terakhir mereka beberapa hari sebelum kejadian berlangsung seperti biasa tanpa keluhan apa pun.
“Papa tuh enggak pernah mengeluh kalau sakit. Dia suka dipendam sendiri,” kata Rambu.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
