Begini Cara Industri Semen Siasati Pelambatan Proyek Infrastruktur dan Konstruksi

Novi
Industri semen tengah menghadapi tantangan berat seiring pelambatan proyek infrastruktur dan konstruksi. Foto: Ist

Sepanjang periode 2016–2024, Semen Merah Putih telah menurunkan intensitas emisi karbon sekitar 21 persen per ton semen, seiring penerapan efisiensi energi, optimasi premix yang menurunkan kebutuhan energi hingga 3 kWh per ton klinker, serta pemanfaatan bahan baku alternatif seperti fly ash lokal.

Selain itu, upaya efisiensi juga dilakukan di sisi logistik melalui penggunaan 17 unit truk listrik di area quarry dan 23 forklift listrik, yang secara agregat turut membantu menurunkan emisi sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun.

Sementara itu, di luar aspek proses dan produk, Semen Merah Putih juga mengembangkan inovasi lanjutan seperti MPTree. Solusi penyerapan karbon berbasis mikroalga tersebut saat ini telah diuji coba melalui prototipe di pabrik Jatiasih dan direncanakan untuk diperluas ke ruang publik dan area transportasi.

Green Cement 

Pendekatan efisiensi tersebut diterjemahkan langsung oleh manajemen Semen Merah Putih ke dalam strategi produk. Perusahaan mendorong adopsi green cement melalui portofolio seperti FLEXIPLUS, ECOPRO, Semen Patriot, dan Watershield, yang dirancang dengan jejak karbon lebih rendah sekaligus memberikan nilai tambah performa konstruksi.

Saat ini, porsi produk non-OPC dalam portofolio Semen Merah Putih telah mencapai 81 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang masih berada di kisaran 71 persen. Seluruh produk juga telah mengantongi sertifikasi Green Label Indonesia (GBCI), dengan mayoritas berada pada peringkat Platinum.

Produk hydraulic cement, termasuk FLEXIPLUS, mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 636,5 persen pada 2025, dan ditargetkan tumbuh sekitar 20,7 persen pada 2026, seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap material konstruksi berkelanjutan.

General Manager Sales & Marketing Semen Merah Putih, Oza Guswara, menilai bahwa transisi menuju material konstruksi berkelanjutan kini telah menjadi kebutuhan industri.

 “Kami melihat transisi menuju material konstruksi yang lebih berkelanjutan bukan lagi sebagai pilihan, tetapi kebutuhan industri. Melalui FLEXIPLUS dan ECOPRO, kami berkomitmen menghadirkan green cement dengan jejak karbon lebih rendah tanpa mengorbankan kualitas dan performa,” jelas Oza.

Editor : M Mahfud

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network