Mengusung tema "Sirkulasi Ilusi", festival ini menyoroti perjumpaan antara realitas dan representasi.
Selain pementasan utama yang berlangsung di Auditorium RRI Medan (1-3 Des), Gedung Kesenian Palu (6-8 Des), Taman Budaya NTB Mataram (10-12 Des), dan Graha Bhakti Budaya TIM Jakarta (14-16 Des), pengunjung juga dapat mengikuti berbagai program sayap seperti bincang karya, lokakarya, diskusi, dan pameran arsip.
Seluruh rangkaian acara dirancang untuk memperkuat tali persaudaraan antar-komunitas teater lintas wilayah, mendorong regenerasi, dan mendokumentasikan jejak sejarah teater lokal.
FTI juga akan memberikan Penghargaan atas Pengabdian Seumur Hidup (PSH FTI) kepada tokoh-tokoh seniman yang berdedikasi di masing-masing kota penyelenggara.
Tiket seluruh pertunjukan FTI dapat dipesan secara gratis melalui laman resmi Yayasan Titimangsa.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
