Dulu Memang Mahal! Kini Harga Obat di Indonesia Terjangkau, Ini Sebabnya

Novi
Direktur Eksekutif GPFI, Drs. Elfiano Rizaldi dalam dialog interaktif kesehatan: Kontribusi Industri Farmasi Nasional dalam Mewujudkan Kemandirian Obat Indonesia, Kamis (13/11/2025) di Jakarta. Foto: Novi

Harga obat yang terlalu rendah, tanpa kebijakan yang seimbang, berisiko mengganggu kelangsungan industri. Oleh karena itu, GPFI mengajukan empat langkah kebijakan konkret kepada pemerintah:

Kajian Harga Obat untuk manfaat langsung pasien.

Jalur Cepat (Fast Track) BPOM untuk penyesuaian izin edar akibat dinamika pasokan global.

Keberlanjutan Program SatuSehat untuk memantau ketersediaan obat real-time.

Resep Rawat Jalan di Apotek untuk menciptakan harga yang lebih kompetitif dan memberdayakan ekonomi lokal.

Dengan kontribusi ekonomi mencapai sekitar Rp143 triliun pada tahun 2024, industri farmasi nasional siap menjadi penggerak ekonomi, sejalan dengan Visi Indonesia Emas 2045. Kuncinya adalah koordinasi dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah dan pelaku industri untuk menjaga keseimbangan antara 4K: Ketersediaan, Keterjangkauan, Kualitas, dan Kemandirian.

Editor : M Mahfud

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network