JAKARTA, iNews.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Counter Terrorim Unit-Japan (CTU-Japan) sepakat meningkatkan kolaborasi penanggulanan terorisme.
Dua lembaga penanggulangan terorisme di negaranya masing-masing tersebut bertemu di Jakarta, Rabu (25/5/2022).
Dua pucuk pimpinan dua lembanga tersebut hadir. Dari BNPT hadir langsung Kepala BNPT Komjen Pol Dr. Boy Rafli Amar, MH. Sementara dari CTU-Jepang dipimpin Shigenobu Fukumoto.
Badan Anti-terorisme Jepang (CTU-Japan) merupakan satuan gabungan dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kepolisian, dan Badan Intelijen Jepang.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar membahas sejumlah topik pembicaraan antara lain terorisme online dan pendekatan lunak untuk penanggulangan terorisme.
Kepala BNPT menyatakan kelompok radikal menggunakan internet untuk menyebarkan narasi intoleran, propaganda, dan ujaran kebencian. Selanjutnya kelompok radikal intoleran memanfaatkan internet untuk rekreuitmen anggota dan mencari pendanaan.
"Banyak konten intoleran yang menjadi propaganda kelompok radikal. Maka kita perlu juga mendukung bagaimana mengelola kondisi media sosial tersebut," kata Boy Rafli.
Dalam penanggulangan terorisme, BNPT menjunjung tinggi supremasi hukum dan hak asasi manusia. Maka pendekatan lunak ditempuh, salah satunya moderasi beragama.
“BNPT mengutamakan pendekatan lunak untuk penanggulangan terorisme,” kata Boy kepada CTU Jepang.
Sementara itu Kepala Badan Anti-terorisme Jepang Shigenobu Fukumoto menyampaikan kesediaannya untuk berkolaborasi dengan Indonesia untuk bersatu melawan terorisme.
“Kolaborasi adalah kunci sukses, jadi kami ingin sekali berkolaborasi dengan BNPT untuk melawan kejahatan transnasional ini. Kami berusaha memfasilitasi segala sesuatunya agar kerja sama Indonesia-Jepang dapat berjalan,” kata Shigenobu Fukumoto
Pada akhir pembicaraan, Kepala BNPT mengajak CTU-J untuk menghadiri dan berkontribusi dalam AQABA Process High Level Tech Meeting On Southeast Asia. Event ini akan berlangsung bulan Juli 2022 mendatang.
Editor : M Mahfud