Pemilihan Ketua Umum IKA FH Trisakti Diwarnai Keberatan Peserta
JAKARTA, iNewsDepok.id - Rapat Umum Anggota (RUA) Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Trisakti) yang digelar di Jakarta, pada 17 Oktober 2026, berakhir ricuh. Ketegangan terjadi saat pemungutan suara pemilihan ketua umum berlangsung.
Insiden tersebut melibatkan sejumlah peserta, panitia, dan Steering Committee (SC). Persoalan durasi pemungutan suara serta mekanisme pemanggilan pemilih menjadi salah satu pemicu ketegangan dalam forum tersebut.
Dalam video yang beredar di media sosial, Azis Syamsuddin (AS), salah satu kandidat ketua umum yang mempersoalkan durasi pemungutan suara. Dalam video ia menyatakan keberatan karena terdapat peserta yang mengaku belum dipanggil untuk menggunakan hak pilihnya.
Persoalan tersebut kemudian menjadi sorotan di tengah dinamika pemilihan pimpinan organisasi alumni itu. Sikap AS pun turut menjadi perhatian setelah beredar video di media sosial yang memperlihatkan dugaan ketegangan dalam pelaksanaan RUA.
Pemungutan suara yang dimulai sekitar pukul 17.00 WIB tersebut dilakukan melalui mekanisme pemanggilan pemilih satu per satu untuk menggunakan hak suaranya.
Di tengah proses tersebut, muncul keberatan mengenai daftar pemilih dan urutan pemanggilan. Sejumlah peserta pun mempertanyakan apakah seluruh pemilik hak suara telah memperoleh kesempatan untuk memberikan suara.
Panitia dan SC telah memberikan penjelasan mengenai daftar pemilih, urutan pemanggilan, serta prosedur penyelesaian keberatan yang disampaikan peserta.
Meski demikian, penjelasan tersebut disebut belum meredakan ketegangan. Kritik terhadap penyelenggara masih berlanjut dari pihak yang mendukung pencalonan AS.
Kericuhan dalam forum tersebut menyoroti pentingnya transparansi dan kejelasan prosedur dalam pelaksanaan pemilihan ketua umum organisasi alumni, terutama terkait pendataan pemilih dan mekanisme pemungutan suara.
Di laman akun Instagramnya, Azis Syamsuddin memberikan pernyataan terbuka terkait kegaduhan tersebut. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tetap tenang dan menjaga.
"Saya terbuka untuk duduk bersama, karena setelah segala perbedaan kita tetap satu saudara almamater," ujar Azis, Minggu (25/10/2026)..
Editor: Vitrianda Hilba Siregar