Perkuat Sinergi, Fasilkom UI Gelar Konferensi Internasional AI, Robotik, dan Komputasi Kuantum
Pelatihan dan pengoperasian model AI tingkat tinggi membutuhkan infrastruktur komputasi berdaya tinggi (high-performance computing) yang memerlukan investasi perangkat keras berbiaya sangat besar.
Oleh karena itu, ia menawarkan solusi berupa kerja sama pemanfaatan daya komputasi (computing power) bersama mitra internasional dan pihak industri agar para peneliti Indonesia memperoleh akses infrastruktur yang memadai.
“Indonesia mungkin punya sumber daya manusia yang besar, tetapi komputernya bisa kita berbagi. Komputer itu mahal sekali. Kita bisa bekerja sama untuk computing power dengan pihak-pihak di luar negeri dan juga industri, sehingga kita tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan AI,” tegas Prof. Wisnu.
Ia mengestimasi kemampuan Indonesia dalam penguasaan dan pengembangan AI saat ini berada pada angka 6,5 hingga 7 dari skala 10. Menurut pandangannya, penyelenggaraan forum ilmiah serta kerja sama lintas sektor akan mengakselerasi peningkatan kemampuan tersebut melalui pertukaran pengetahuan dan penyediaan akses sarana komputasi.
Selain berfokus pada AI, konferensi ini mengupas komputasi kuantum sebagai kandidat teknologi komputasi masa depan. Diskusi tersebut menyoroti kebutuhan energi dan efisiensi sumber daya untuk mendukung komputasi kinerja tinggi, termasuk pemanfaatan unit pemrosesan grafis (GPU).
Prof. Wisnu menambahkan bahwa pembangunan pusat data (data center) di tanah air wajib memperhitungkan pasokan energi, dampak terhadap lingkungan, serta kedaulatan data nasional. Ia mengharapkan regulasi pemerintah memberikan kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif, tanpa mengabaikan aspek keamanan pengelolaan data bangsa.
“Kalau datanya berada di Indonesia, kita punya kedaulatan data. Datanya tidak bisa ke mana-mana karena ada aturan yang mengaturnya. Jadi, investasi pusat data perlu kita lihat sebagai peluang, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelolanya,” jelas Prof. Wisnu.
Sebagai langkah konkret, Fasilkom UI terus memperkuat fokus pengembangan AI melalui pembukaan program studi AI serta pendirian pusat riset AI. Inisiatif strategis ini bertujuan memperkokoh kapasitas riset, mencetak SDM unggul dan kompeten, serta meningkatkan kontribusi nyata Indonesia dalam panggung teknologi dunia.
Prof. Wisnu kembali menegaskan bahwa penguatan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi kunci utama agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing teknologi sekaligus melahirkan produk digital yang mandiri.
“Ini momentum yang luar biasa untuk menggabungkan semua unsur kekuatan kita, supaya Indonesia bisa lebih terlihat di dunia internasional dan tidak hanya menjadi pengguna teknologi,” pungkas Prof. Wisnu.
Editor: M Mahfud