Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kembangkan Platform AI Lacak Trasparansi Anggaran Negara, Komdigi Gandeng Perguruan Tinggi
Advertisement . Scroll to see content

Perkuat Sinergi, Fasilkom UI Gelar Konferensi Internasional AI, Robotik, dan Komputasi Kuantum

Senin, 19 Oktober 2026 | 11:48 WIB
  • author Iyung Rizki
Perkuat Sinergi, Fasilkom UI Gelar Konferensi Internasional AI, Robotik, dan Komputasi Kuantum
Dekan Fasilkom UI Prof. Wisnu Jatmiko. (Foto: Istimewa)

DEPOK, iNews Depok.id — Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia (Fasilkom UI) memperkuat sinergi dengan dunia usaha melalui penyelenggaraan tiga konferensi internasional secara serentak di Auditorium Indro Suwandi, Gedung Baru Fasilkom UI, Depok, pada 17–18 Oktober 2026. 

Tiga ajang ilmiah bergengsi tersebut mencakup International Conference on Advanced Computer Science and Information Systems (ICACSIS) 2026, International Workshop on Big Data and Information Security (IWBIS) 2026, serta Indonesia Digital Leadership Summit (IDLS) 2026. 

Para peserta dan ahli berkumpul mengulas secara mendalam perkembangan kecerdasan buatan (AI), robotika, komputasi kuantum, keamanan informasi, hingga tata kelola teknologi digital di Indonesia.

Dekan Fasilkom UI Prof. Wisnu Jatmiko menegaskan bahwa Fasilkom UI merancang ketiga forum internasional ini untuk mempertemukan para akademisi, peneliti, pelaku industri, dan pemangku kebijakan. Pertemuan lintas sektor ini bertujuan membahas tren teknologi terkini sekaligus memperkokoh kolaborasi riset nasional.

“Yang dibahas karena tren kita sekarang ada beberapa, terutama AI, robotik, kuantum, dan juga bagaimana kita membuat tata kelola yang baik, terutama untuk Indonesia,” ujar Prof. Wisnu , Senin (19/10/2026). 

Rangkaian forum ini menghadirkan pelbagai jalur pembahasan strategis, meliputi Advanced Computing and Environmental System, Database and Security, hingga forum kepemimpinan digital yang menghubungkan iklim akademik dengan kebutuhan nyata industri. 

Rektor UI Prof. Heri Hermansyah membuka secara daring pergelaran ICACSIS dan IWBIS 2026 pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Selanjutnya, IDLS 2026 berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, sebagai wadah khusus yang mempererat hubungan antara inovasi teknologi dan kebutuhan sektor usaha.

Prof. Wisnu menyampaikan bahwa Fasilkom UI menghadirkan pakar-pakar kelas dunia untuk membagikan pemikiran serta hasil riset terbaru mereka.

“Pembicaranya sangat khusus, karena kita mengundang hampir 15 profesor yang top di bidangnya, dari tiga sampai empat benua. Mereka adalah peneliti unggulan di bidang AI, komputer, dan big data,” tutur Prof. Wisnu.

Ia menjelaskan bahwa Fasilkom UI menetapkan tiga tujuan utama melalui penyelenggaraan konferensi internasional ini. Pertama, Fasilkom UI ingin memperluas jaringan kolaborasi dengan para peneliti terkemuka dunia guna mengukur posisi serta potensi riset Indonesia di tingkat global. 

Kedua, kegiatan ini bertujuan memperbarui wawasan mengenai pergerakan teknologi yang sangat dinamis. Ketiga, Fasilkom UI memastikan seluruh mahasiswa dan sivitas akademika UI selalu mengikuti perkembangan ilmu komputer paling mutakhir.

“Bidang komputer cepat sekali, bahkan mungkin bidang yang paling cepat perkembangan dan pembaruannya. Karena itu, kita harus selalu mengikuti perkembangan teknologi,” kata Prof. Wisnu.

Di samping memperluas jejaring akademis, Fasilkom UI mendorong secara aktif agar hasil riset perguruan tinggi dapat bertransformasi menjadi produk nyata serta solusi konkret bagi dunia industri. Prof. Wisnu menilai kolaborasi erat antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan pemerintah menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem riset nasional yang tangguh.

Ia menggarisbawahi salah satu tantangan besar Indonesia saat ini, yaitu masih terbatasnya keterlibatan sektor industri dalam aktivitas penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Kondisi tersebut mengakibatkan industri dalam negeri lebih banyak menempati posisi sebagai pengguna teknologi ketimbang pencipta produk inovatif.

“Indonesia sekarang ini sebenarnya user, hanya pengguna. Industrinya memang masih kurang dalam penelitian dan pengembangan, sehingga kita cenderung menjadi pemakai,” ungkapnya.

Guna mengatasi hambatan tersebut, Fasilkom UI memfasilitasi keterlibatan pelaku industri melalui diskusi kelompok terarah (Focus Group Discussion/FGD). Forum FGD ini berfungsi menyelaraskan kebutuhan spesifik industri dengan arah riset perguruan tinggi, sekaligus membuka jalur komersialisasi produk teknologi buatan dalam negeri.

Prof. Wisnu juga menggarisbawahi pentingnya kehadiran pemerintah dalam menjembatani sinergi segitiga antara akademisi, industri, dan pembuat kebijakan. Keterlibatan kementerian terkait sangat krusial untuk mendukung kebutuhan pendanaan, mempercepat alih teknologi, serta memperlancar penerapan hasil riset ke dalam sektor industri riil.

“Para pembicara yang diundang rata-rata profesor dan juga entrepreneur yang memiliki perusahaan. Mereka bisa menghubungkan hasil penelitian dengan industri. Kita ingin mencoba membangun pola kolaborasi seperti itu di Indonesia,” terangnya.

Mengenai peta pengembangan AI, Prof. Wisnu melihat Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang sangat melimpah, namun masih menghadapi kendala pada kapasitas infrastruktur komputasi. 

Pelatihan dan pengoperasian model AI tingkat tinggi membutuhkan infrastruktur komputasi berdaya tinggi (high-performance computing) yang memerlukan investasi perangkat keras berbiaya sangat besar.

Oleh karena itu, ia menawarkan solusi berupa kerja sama pemanfaatan daya komputasi (computing power) bersama mitra internasional dan pihak industri agar para peneliti Indonesia memperoleh akses infrastruktur yang memadai.

“Indonesia mungkin punya sumber daya manusia yang besar, tetapi komputernya bisa kita berbagi. Komputer itu mahal sekali. Kita bisa bekerja sama untuk computing power dengan pihak-pihak di luar negeri dan juga industri, sehingga kita tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan AI,” tegas Prof. Wisnu.

Ia mengestimasi kemampuan Indonesia dalam penguasaan dan pengembangan AI saat ini berada pada angka 6,5 hingga 7 dari skala 10. Menurut pandangannya, penyelenggaraan forum ilmiah serta kerja sama lintas sektor akan mengakselerasi peningkatan kemampuan tersebut melalui pertukaran pengetahuan dan penyediaan akses sarana komputasi.

Selain berfokus pada AI, konferensi ini mengupas komputasi kuantum sebagai kandidat teknologi komputasi masa depan. Diskusi tersebut menyoroti kebutuhan energi dan efisiensi sumber daya untuk mendukung komputasi kinerja tinggi, termasuk pemanfaatan unit pemrosesan grafis (GPU).

Prof. Wisnu menambahkan bahwa pembangunan pusat data (data center) di tanah air wajib memperhitungkan pasokan energi, dampak terhadap lingkungan, serta kedaulatan data nasional. Ia mengharapkan regulasi pemerintah memberikan kepastian hukum dan iklim investasi yang kondusif, tanpa mengabaikan aspek keamanan pengelolaan data bangsa.

“Kalau datanya berada di Indonesia, kita punya kedaulatan data. Datanya tidak bisa ke mana-mana karena ada aturan yang mengaturnya. Jadi, investasi pusat data perlu kita lihat sebagai peluang, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan tata kelolanya,” jelas Prof. Wisnu.

Sebagai langkah konkret, Fasilkom UI terus memperkuat fokus pengembangan AI melalui pembukaan program studi AI serta pendirian pusat riset AI. Inisiatif strategis ini bertujuan memperkokoh kapasitas riset, mencetak SDM unggul dan kompeten, serta meningkatkan kontribusi nyata Indonesia dalam panggung teknologi dunia.

Prof. Wisnu kembali menegaskan bahwa penguatan sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah menjadi kunci utama agar Indonesia mampu meningkatkan daya saing teknologi sekaligus melahirkan produk digital yang mandiri.

“Ini momentum yang luar biasa untuk menggabungkan semua unsur kekuatan kita, supaya Indonesia bisa lebih terlihat di dunia internasional dan tidak hanya menjadi pengguna teknologi,” pungkas Prof. Wisnu.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut