Hadir Rapat Perdana Wantimpres di Istana, Rocky Gerung Minta Argumen Terukur dan Bebas Pembohongan
JAKARTA, iNewsDepok.id — Rocky Gerung menghadiri rapat perdana Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/10/2026). Kehadiran Rocky ini menyusul pelantikannya oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu.
Usai pertemuan, Rocky membeberkan bahwa agenda rapat perdana tersebut belum menyentuh pembahasan materi atau isu substansial. Agenda utama masih berkutat pada pembahasan prosedur operasional dan mekanisme kerja di internal lembaga penasihat presiden tersebut.
"Pembagian kerja dan memastikan bahwa isu publik adalah konsumsi Wantimpres. Tetapi boleh bicara sebagai akademisi, saya boleh ngasih kuliah dan segala macam," kata Rocky kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (8/10/2026).
Sebut Pembahasan Meliputi Seluruh Isu Publik
Saat dikonfirmasi mengenai pokok bahasan ke depan, Rocky mengisyaratkan bahwa lembaga penasihat presiden akan menaruh perhatian pada pelbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.
"Semua isu," ujar Rocky singkat.
Namun, ketika awak media menanyakan apakah pertimbangan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait keabsahan ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka masuk dalam daftar bahasan, Rocky menegaskan kembali bahwa rapat awal ini baru menyentuh tataran teknis organisasi.
"Tadi baru soal prosedur membahas, belum bicara substansinya," tuturnya.
Gaya Santai Tanggapi Sindiran dan Tudingan Kekecewaan Pendukung
Atmosfer cair nampak saat wartawan menanyakan secara spesifik mengenai pembagian tugas dan porsi bidang yang diampunya di Wantimpres. Rocky lantas memberikan selorohan khasnya.
"Ya melayani wawancara lu itu," selorohnya.
Ia pun mengonfirmasi bahwa mayoritas anggota Wantimpres hadir dalam pertemuan perdana tersebut, meski tidak seluruhnya dapat berpartisipasi karena kendala jadwal. "Mungkin ada 1-2 orang enggak bisa," tambahnya.
Lebih lanjut, Rocky menekankan bahwa Wantimpres tidak didorong untuk responsif mencari panggung media. Bagi lembaga penasihat, bobot kualitas pertimbangan yang diberikan kepada Kepala Negara jauh lebih utama.
"Jadi enggak ada urusan untuk ngomong dengan pers itu, yang penting argumennya terukur dan tidak ada pembohongan," tegas Rocky.
Menutup keterangannya, Rocky santai menanggapi maraknya sindiran serta nada kekecewaan sebagian publik di media sosial usai dirinya memutuskan masuk ke lingkaran pemerintahan.
"Siapa yang nyindir gua? Ya biasa itu kontroversi..." kataya santai.
Saat disinggung mengenai banyaknya pendukung yang merasa ditinggalkan akibat keputusan politiknya tersebut, Rocky memberikan respons tajam namun ringkas.
"Itu artinya mantan masih mantau," pungkasnya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar