Pengakuan Lengkap Korban Betrand Peto: Sempat Tak Curiga Sebelum Ditarik ke Toilet Kelab Malam
Situasi kemudian berlanjut saat minuman dihidangkan di ruangan tersebut. ANW sempat keluar sejenak untuk mengambil barang pribadinya berupa ponsel yang tertinggal di area luar ruangan. Namun, ketika ANW kembali ke ruangan privat tersebut, rekannya D sudah tidak ada di tempat karena sedang pergi ke toilet.
“Nggak lama minuman dibagiin, terus waiters-nya pergi. Handphone saya ada di sofa yang mana itu ada di luar room. Saya ambil handphone saya. Pas saya balik lagi ke room tersebut, teman saya nggak ada. Dan setelah saya tanya, teman saya ternyata di toilet,” jelas ANW.
Pada momen itulah dugaan tindakan kekerasan seksual terjadi. D diketahui sedang berada di toilet, dan ANW mengaku dirinya ditarik secara paksa oleh BP ke arah toilet kelab malam. Di area tersebut, dugaan pemaksaan dan tindakan kekerasan fisik berujung pelecehan terjadi hingga menyebabkan luka memar pada tubuh korban.
Kuasa hukum ANW, Nathaniel Hutagaol, menegaskan bahwa perbuatan tersebut telah memenuhi unsur pidana dan korban telah menjalani pemeriksaan medis (visum et repertum).
“Dia (ANW) ditarik ke toilet, dipaksa untuk berhubungan badan, dan dilakukan kekerasan. Makanya sudah dilakukan visum. Besok mungkin pihak Polda akan mengambil visum tersebut. Intinya ada pelecehan,” ungkap Nathaniel dalam konferensi pers, Minggu (13/9/2026).
Editor: Vitrianda Hilba Siregar