Wow! Teliti Daun Binahong, 6 Siswa MTs Negeri 4 Jaksel Sabet Emas di Kompetisi Science Fair
JAKARTA, iNews Depok.id - Teliti daun binahong (Anredera cordifolia), 6 siswa MTs Negeri 4 Jakara Selatan (Jaksel) sabet medali emas dan special award di kompetisi Bali International Science Fair (BISF) tahun 2026.
Ke-6 siswa MTsN 4 Jaksel yakni Rafan Niam Mukti Al Haritsy, Nizam Humam Djajasinga, Raghnall Zaahir An Nurhedi, Muhammad Ali Mumtaz Arsyad, Rangga Sugeng Fairus Azura, dan Ziggy Arkana Nabbel.
Mereka duduk di kelas 8 MTs Negeri 4, Jakarta Selatan dah tergabung dalam Tim Binaplast. Tema penelitian mereka adalah Penelitian Innovative Herbal Plaster Binaplast dari daun binahong
BISF tahun 2026 diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bersama Universitas Warmadewa.
Penganugerahan medali emas berlangsung Senin, 22 Juni 2026 di Gedung Auditorium Widya Sabha Uttama Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali.
Rafan Niam Mukti Al Haritsy, siswa MTsN 4 Jaksel yang berasal dari Cilodong Depok menceritakan judul penelitian yakni Binaplast: From Binahong Leaves to an Innovative Herbal Plaster: A Digital Business Model for Teenagers.
"Proyek sains ini mengolah daun binahong menjadi sebuah inovasi plester luka herbal praktis yang aman bagi masyarakat, sekaligus memanfaatkan ruang digital sebagai media pemasaran aplikatif guna melatih kreativitas berbisnis dan kemandirian ekonomi remaja selaku digital native," kata Rafan, Kamis (24/6/2026).
Rafan mengungkapkan latar belakang penelitian. Ia dan 5 rekannya gelisah terhadap dominasi bahan kimia pada obat luka konvensional yang kerap mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.
Ia juga resah terhadap ruang digital yang kurang sehat. Banyak anak-anak terpapar ekstrimisme kekerasan melalui konten game online.
"Berangkat dari masalah tersebut, Tim Binaplast menginisiasi sebuah terobosan berupa patch transdermal berbahan alami yang menawarkan metode penyembuhan luka secara praktis, aman, dan efisien," ujar Rafan.
Ketua Tim Binaplast, Nizam Hummam, menegaskan plester luka Binaplast merupakan produk ramah lingkungan.
"Kami melihat potensi besar dari daun binahong untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dengan menyerap hasil budidaya tanaman binahong langsung dari pekarangan rumah warga," ujarnya.
Ia juga berharap pemasaran digital dilakukan untuk menjangkau pasar yang luas, menjadikan ruang digital sehat dan produktif serta membangun mental wirausaha muda.
Raghnall Zaahir, anggota Binaplast Tim, memaparkan bahwa efektifitas percepatan penyembuhan luka bertumpu pada kekayaan zat aktif alami daun binahong seperti flavonoid, saponin, tanin, dan steroid yang secara klinis berperan aktif menghentikan pendarahan, menekan pertumbuhan bakteri, serta menstimulasi pembentukan kolagen baru pada kulit.
Sementara itu Rangga, yang juga anggota Binaplast tim, menyatakan keamanan dan efektivitas plester telah teruji secara ilmiah. Menurutnya seluruh rangkaian uji laboratorium dan asistensi teknis dilakukan di Pusat Laboratorium Terpadu UIN Syarif Hidayatullah.
Muhammad Ali Mumtaz Arsyad, anggota Tim Binaplast menyebutkan bahwa sebelum produk dilepas ke pasar, mereka terlebih dahulu memetakan perilaku konsumen (consumer behaviour) melalui pendekatan kuantitatif dan survei pasar digital yang komprehensif.
Hal senada disampaikan Ziggy, anggota Tim Binaplast lainnya. Ia menjelaskan bahwa lini pemasaran mereka memaksimalkan konvergensi media sosial, mulai dari konten kreatif di Instagram hingga optimalisasi fitur transaksi di TikTok Shop.
Strategi ini terbukti ampuh pada fase awal peluncurannya saja, startup bentukan remaja ini telah sukses memproduksi dan mendistribusikan sebanyak 3.440 plester obat luka herbal.
"Ini adalah pembuktian bahwa generasi muda mampu menyeimbangkan komitmen bisnis dengan kepedulian sosial, yang mencakup pilar profit, planet, dan people empowerment," pungkas Rafan Niam yang juga anggota Tim Binaplast menyudahi penjelasan tim.
Kepala Madrasah MTs Negeri 4 Jakarta Selatan , Chusniyati menyatakan pemilihan tema penelitian selaras dengan visi besar madrasah yang terus berkomitmen mempertahankan reputasi sebagai peraih anugerah Adiwiyata.
Ia mengutarakan apresiasi mendalam terhadap daya cipta para siswa. Menurutnya, seluruh ekosistem di lingkungan sekolah, baik guru maupun tenaga kependidikan, memikul tanggung jawab bersama untuk menanamkan kepedulian lingkungan yang nyata.
Melalui proyek kewirausahaan digital berbasis pemanfaatan daun binahong ini, madrasah tidak hanya berhasil membentuk karakter siswa yang peka terhadap lingkungan sekitar, melainkan juga melahirkan inovasi produk kesehatan yang solutif bagi masyarakat luas.
Naila Fathiyyah Salsabila, pembimbing MTsN 4 Jakarta Selatan menyebut critical thinking, problem solver dan presentation skill melatih siswa selama mengerjakan proyek sains hingga penulisan extended abtract.
Editor : M Mahfud