get app
inews
Aa Text
Read Next : Kasus Kematian Dwinanda Dosen Untag, AKBP Basuki Divonis 6 Tahun Penjara

Teknologi Next-Generation Sequencing Jadi Harapan Besar Tekan Angka Kematian Akibat Kanker

Senin, 08 Juni 2026 | 18:40 WIB
header img
RS Kanker Dharmais menjalin kolaborasi strategis dengan AstraZeneca Indonesia untuk memperkuat layanan diagnostik presisi kanker di Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews Depok.id Kanker masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.  Sebanyak 408 ribu kasus baru, muncul setiap tahunnya, dengan kanker kanker payudara dan kanker paru paling banyak ditemukan.

Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais, dr. Eniarti, menyatakan tingginya kematian disebabkan diagnosa kanker yang belum presisi.

”Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama di Indonesia ini karena  kompleksitas biologis penyakit yang dapat berbeda pada setiap pasien,” kata dr. Eniarti dalam keterangan di Jakarta, Minggu (7/6/2026).

Untuk menghadapi tantangan tersebut, dr. Eniarti menyatakan perlunya kolaborasi segenap pihak.  ”RS Kanker Dharmais menjalin kolaborasi strategis dengan AstraZeneca Indonesia untuk memperkuat layanan diagnostik presisi kanker di Indonesia,” terang Dirut RS Dharmais tersebut.

Ia menjelaskan kolaborasi ini berfokus pada implementasi teknologi Next-Generation Sequencing (NGS) dalam mendukung penanganan kanker payudara, kanker paru, dan Leukemia Limfositik Kronis atau Chronic Lymphocytic Leukemia (CLL).

“Kolaborasi strategis ini merupakan bagian dari upaya kami untuk terus meningkatkan kapasitas penanganan kanker, khususnya melalui penguatan layanan diagnostik presisi,” imbuh dr. Eniarti.

Sementara itu Presiden Direktur AstraZeneca Indonesia, Esra Erkomay, menegaskan  AstraZeneca memiliki komitmen kuat untuk mengeliminasi kanker sebagai penyebab utama kematian.

Esra menyebut komitmen diwujudkan melalui terapi inovatif dan penguatan ekosistem diagnostik yang dapat membantu pasien memperoleh terapi yang tepat sesuai karakteristik penyakitnya.

”Caranya dengan pemanfaatan teknologi NGS sebagai alat diagnosa kanker yang presisi. Kami berharap dapat mendukung pengambilan keputusan klinis yang lebih tepat, personal, dan berbasis bukti, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kanker di Indonesia,” kata Esra Erkomay.

Ahli kanker dr. Eka Widya Khorinal mengungkapkan teknologi NGS memungkinkan pemetaan biomarker genomik secara komprehensif dari sampel jaringan maupun darah. Teknologi ini membantu menghubungkan profil molekuler kanker dengan opsi terapi yang paling relevan bagi pasien.

”Dengan kemampuan menganalisis berbagai gen secara simultan, NGS dapat mempercepat proses diagnosis dan menghasilkan informasi yang lebih komprehensif dibandingkan pendekatan biomarker tunggal,” kata dr Eka Widya.

 

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut