get app
inews
Aa Text
Read Next : Hantavirus Mengintai, 2 WN Negara Tetangga Indonesia Diisolasi Usai Pesiar di Kapal MV Hondius

Mengenal Hantavirus dan Prevalensinya di Beberapa Negara

Selasa, 19 Mei 2026 | 11:40 WIB
header img
Laksma TNI Dr. dr. R.M. Tjahja Nurrobi, M.Kes, Sp.OT (K) Hand, Wakil Kepala Pusat Kesehatan TNI. Foto: Ist

Lima Negara dengan Seroprevalensi Tinggi

Infografis juga menampilkan lima negara dengan seroprevalensi tertinggi berdasarkan studi manusia non-wabah terpilih. Negara dengan angka tertinggi adalah Sri Lanka sebesar 29,8%. Selanjutnya terdapat Panama sebesar 16,9%, Brasil sebesar 14,3%, Finlandia sebesar 12,7%, serta Trinidad dan Tobago sebesar 11,4%.

Angka-angka tersebut perlu dibaca secara hati-hati. Tidak semua studi menggunakan populasi, metode pemeriksaan, waktu penelitian, dan jenis hantavirus yang sama. Dengan demikian, angka tinggi pada suatu negara tidak selalu berarti seluruh penduduk negara tersebut memiliki risiko yang sama. Angka tersebut lebih tepat dipahami sebagai bukti adanya paparan yang lebih tinggi pada populasi yang diteliti.

Mengapa Hantavirus Perlu Diwaspadai?

Perhatian terhadap hantavirus diperlukan karena penyakit ini dapat menimbulkan gejala berat pada sebagian pasien. Pada bentuk HPS, pasien dapat mengalami demam, nyeri otot, batuk, sesak napas, hingga gagal napas.

Pada bentuk HFRS, pasien dapat mengalami demam tinggi, perdarahan, penurunan tekanan darah, dan gangguanfungsi ginjal. Diagnosis dini menjadi penting karena gejalanya dapat menyerupai penyakit infeksi lain pada fase awal.

Hal lain yang perlu dipahami masyarakat adalah bahwa sebagian besar hanta virus tidak mudah menular antarmanusia. Penularan utama tetap berasal dari paparan terhadap rodensia terinfeksi atau lingkungan yang tercemar kotoran tikus. Namun, beberapa jenis tertentu pernah dilaporkan dapat menular secara terbatas antar manusia dalam situasi khusus. Karena itu, edukasi, surveilans, diagnosis dini, dan pengendalian lingkungan tetap menjadi langkah penting.

Cara Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Pencegahan hantavirus dapat dimulai dari rumah, kantor, gudang, barak, fasilitas kesehatan, dan lingkungan kerja. Hindari menyapu kering area yang banyak kotoran tikus karena debu dapat membawa partikel virus. Area yang dicurigai terkontaminasi sebaiknya dibasahi terlebih dahulu dengan disinfektan. Gunakan sarung tangan dan masker saat membersihkan tempat yang berisiko. Sampah harus dibuang dalam wadah tertutup, makanan disimpan dalam kontainer rapat, dan celah masuk tikus perlu ditutup.

Di fasilitas kesehatan, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada pasien dengan demam, nyeri otot, gangguan pernapasan, gangguan ginjal, riwayat paparan tikus, atau riwayat perjalanan ke daerah berisiko. Tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan hantavirus sebagai diagnosis banding pada kasus infeksi yang tidak jelas penyebabnya, terutama bila terdapat faktor risiko lingkungan.

Pencegahan juga memerlukan keterlibatan masyarakat melalui perilaku hidup bersih, pengendalian tikus, serta pelaporankejadianpenyakit yang tidak biasa.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut